Mitsubishi bersiap membawa Eclipse Sportback EV ke pasar Amerika Utara sebagai model tahun 2027, dengan debut resmi yang disebut akan berlangsung pada awal 2027. Mobil listrik ini dijadwalkan meluncur pada semester kedua tahun ini, sementara spesifikasi lengkap dan harga belum diumumkan.
Yang paling menarik, Eclipse Sportback EV bukan model berdiri sendiri dalam arti teknis. SUV listrik ini lahir dari kerja sama Mitsubishi Motors North America, Inc. dengan Nissan Motor Co. Ltd., sehingga memiliki hubungan dekat dengan Nissan Leaf generasi terbaru.
Basis sama, identitas tetap dibedakan
Secara teknis, Eclipse Sportback EV dan Nissan Leaf generasi terbaru dibangun di atas platform CMF-EV. Platform yang sama juga digunakan oleh Nissan Ariya, sehingga Mitsubishi sudah memiliki acuan kuat untuk mengembangkan SUV listrik barunya.
Meski berbagi basis, Mitsubishi menegaskan bahwa karakter produknya tetap dipertahankan. Perbedaan itu terlihat pada eksterior yang disesuaikan dengan bahasa desain global Mitsubishi Motors agar tidak tampil seperti sekadar turunan dari model Nissan.
Foto pertama yang dirilis MMNA memperlihatkan pendekatan desain yang sengaja dibuat berbeda. Di pasar SUV listrik yang semakin padat, langkah semacam ini penting agar sebuah model baru langsung punya pembeda visual yang mudah dikenali.
Wajah khas Mitsubishi tetap dipertahankan
Bagian depan dan belakang Eclipse Sportback EV memakai fasia yang khas, lengkap dengan lampu depan, lampu belakang, dan pola pencahayaan yang mengikuti ciri mobil Mitsubishi. Di bagian muka, logo Triple Diamond ditempatkan di tengah grille depan sebagai penegas identitas merek.
Nuansa sporty juga diperkuat lewat penggunaan velg alloy pada mobil ini. Kehadiran elemen tersebut membuat Eclipse Sportback EV tetap terlihat modern, sekaligus menjaga kesan familiar bagi konsumen Mitsubishi.
Langkah penting dalam strategi elektrifikasi
Hadirnya Eclipse Sportback EV menjadi bagian dari rencana elektrifikasi Mitsubishi Motors yang disebut sudah dimulai sejak dekade 1970-an. Model ini juga masuk dalam strategi pengembangan bisnis perusahaan hingga 2030.
Dalam rencana tersebut, kendaraan elektrifikasi diposisikan sebagai salah satu pilar utama. Mitsubishi juga menargetkan peluncuran setidaknya satu mobil baru atau versi facelift setiap tahun hingga tahun fiskal 2030.
Kehadiran Eclipse Sportback EV sekaligus mempertegas fokus Mitsubishi pada pasar Amerika Utara. Kawasan ini menjadi salah satu arena paling penting bagi pertumbuhan kendaraan listrik, terutama di segmen SUV yang sangat diminati konsumen.
Spesifikasi masih dirahasiakan, acuan awal mengarah ke Leaf
Sampai saat ini Mitsubishi belum membuka data teknis resmi Eclipse Sportback EV. Informasi tentang kapasitas baterai, fitur, performa, dan harga masih menunggu pengumuman berikutnya.
Meski begitu, Nissan Leaf terbaru dapat menjadi gambaran awal karena memakai platform yang sama. Leaf menawarkan pilihan baterai 52 kWh dan 75 kWh, dengan motor listrik bertenaga 174 daya kuda dan 214 daya kuda.
Soal jarak tempuh, Leaf diklaim mampu menempuh hingga 488 km. Namun, angka itu belum bisa dianggap sebagai patokan final untuk Eclipse Sportback EV karena Mitsubishi belum mengumumkan spesifikasi resminya.
Dengan posisi seperti itu, Eclipse Sportback EV bukan hanya tambahan model baru bagi Mitsubishi. Mobil ini juga menjadi penanda bagaimana aliansi dimanfaatkan untuk mempercepat elektrifikasi, sambil tetap menjaga ciri desain merek di tengah persaingan SUV listrik yang terus menguat.
Source: oto.detik.com






