Mitsubishi Motors tengah menyiapkan kembalinya nama Pajero ke pasar Jepang, tetapi langkah ini tidak sekadar menghidupkan satu model lama. Pabrikan asal Jepang itu disebut menyiapkan dua model Pajero yang lebih kecil untuk menjangkau pembeli baru di segmen SUV yang makin ramai.
Nama Pajero memang punya bobot besar di tubuh Mitsubishi. Setelah sempat dihentikan produksinya di Jepang pada 2019, model ini kini kembali disiapkan untuk hadir lagi dan langsung menarik perhatian karena statusnya sebagai salah satu nama paling dikenal dalam sejarah merek tersebut.
Dibangun di Thailand, diarahkan ke Jepang dan Thailand
Model baru Pajero akan diproduksi di Thailand. Dari sana, Mitsubishi berencana menjualnya di Thailand dan Jepang, sambil tetap membuka peluang untuk negara lain.
Arah produksi ini menunjukkan strategi yang lebih fleksibel dari Mitsubishi dalam memperluas jajaran SUV. Dengan basis produksi di Thailand, perusahaan juga menempatkan Pajero baru dalam jalur distribusi regional yang lebih luas.
Meski begitu, Mitsubishi belum mengumumkan rincian peluncuran maupun harga untuk model yang disiapkan itu. Informasi yang sudah dipastikan baru sebatas arah pasar dan lokasi produksi.
Strategi baru lewat ukuran yang lebih kecil
CEO Mitsubishi Motors Takao Kato mengatakan perusahaan menyiapkan dua model Pajero yang lebih kecil. Tujuannya adalah memperluas pilihan bagi konsumen yang mencari SUV tangguh, tetapi dengan ukuran yang berbeda-beda.
Langkah ini juga dimaksudkan untuk menarik pelanggan baru. Di tengah pasar SUV yang terus berkembang dan semakin kompetitif, Mitsubishi tampak ingin memanfaatkan kembali daya tarik nama ikonik yang sudah lama dikenal.
Pajero selama ini identik dengan kendaraan berukuran relatif besar, tampilan tangguh, dan kemampuan melaju di berbagai medan. Karakter itu membuatnya populer di kalangan keluarga, pengguna yang gemar perjalanan jauh, dan pencinta aktivitas luar ruang.
Nama lama yang masih punya pengaruh besar
Menurut Kyodo News, Pajero pertama kali diluncurkan pada 1982. Model ini kemudian ikut mendorong tren kendaraan rekreasi pada 1990-an dan hadir dalam empat generasi.
Dalam perjalanannya, Pajero terjual lebih dari 3,25 juta unit di lebih dari 170 negara dan wilayah. Capaian itu membuat Pajero bukan hanya model lama yang kembali, tetapi juga salah satu simbol kuat dalam sejarah Mitsubishi Motors.
Reputasinya semakin besar karena keterlibatan di Reli Dakar. Ajang balap ketahanan jarak jauh itu dikenal berat, dan keberhasilan Pajero di sana ikut membentuk citranya sebagai SUV yang tangguh.
Popularitas dan prestasi tersebut sempat menjadikan Pajero sebagai ikon Mitsubishi. Namun, penjualannya kemudian menurun seiring persaingan SUV yang makin ketat, hingga produksi di Jepang dihentikan pada 2019.
Kembalinya Pajero dibaca sebagai langkah nostalgia dan bisnis
Kebangkitan Pajero kini dipandang sebagai upaya Mitsubishi untuk menggabungkan nostalgia dengan kebutuhan pasar yang berubah. Nama yang pernah sangat kuat itu kembali diposisikan sebagai andalan untuk memperkuat daya tarik merek di segmen SUV.
Mitsubishi belum membuka detail lebih jauh soal jadwal maupun banderol, tetapi arah pengembangannya sudah terlihat. Pajero akan kembali hadir lewat produksi di Thailand, masuk ke Jepang dan Thailand lebih dulu, lalu berpeluang menjangkau pasar lain.
Source: voi.id






