Modal Keluar, Holder Lama Ikut Menjual, Tiga Sinyal Ini Tunjukkan Solana Masih Rapuh

Author: Redaksi Android62

Pantulan Solana dari area terendah di sekitar $60 masih belum cukup meyakinkan. Di saat harga mencoba bangkit, tiga indikator on-chain justru menunjukkan bahwa tekanan belum benar-benar hilang dari jaringan ini.

Yang paling mencolok adalah melemahnya likuiditas di ekosistem Solana. Total value locked atau TVL DeFi Solana kini berada di dekat $4,87 miliar, tidak termasuk liquid staking, dan nilainya turun sekitar 9,55% dalam sepekan serta sekitar 15% dalam 30 hari.

Penurunan TVL seperti ini penting karena menandakan dana benar-benar keluar dari protokol, bukan sekadar berubah nilai akibat pergerakan harga. Ketika pengguna menarik likuiditas dari aplikasi Solana, itu berarti kepercayaan dan partisipasi di dalam jaringan ikut tertekan.

Tekanan berikutnya datang dari pemegang jangka panjang yang mulai melepas posisinya. Hodler net position change, metrik yang melacak apakah pemegang aset selama 155 hari atau lebih sedang menambah atau mengurangi pasokan, turun tajam saat harga dan TVL sama-sama melemah.

Angkanya bergerak dari sekitar 3,27 juta SOL pada 31 Mei menjadi kira-kira 2,36 juta SOL pada 6 Juni. Momen itu bertepatan dengan harga yang merosot mendekati titik terendah, sehingga sinyalnya bukan sekadar minat spekulatif yang mereda, melainkan juga berkurangnya keyakinan dari pemegang yang biasanya paling tahan terhadap gejolak pasar.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan juga ikut menipis. Volume di bursa terpusat untuk SOL sempat mencapai $7,03 miliar pada 6 Juni ketika tekanan jual berada di puncaknya, lalu turun kembali setelah kepanikan mereda.

Dominasi DEX Solana pun ikut melemah. Pangsa volume perdagangan terdesentralisasi Solana kini berada di sekitar 22,6%, lebih rendah dari rata-rata 60 hari di 23,3% dan turun dari puncak jangka pendek sekitar 30,4% pada 4 Juni.

Gabungan data itu menunjukkan bahwa pelemahan Solana bukan hanya masalah harga harian. Arus modal, perilaku holder lama, dan aktivitas transaksi on-chain sama-sama bergerak ke arah yang kurang sehat, sehingga tekanannya terlihat lebih struktural.

Meski begitu, ada tanda kecil yang sedikit lebih konstruktif saat harga memantul sekitar 13% dari titik terendah dekat $60 pada 6 Juni. Pada saat itu, hodler net position change sempat naik lagi, yang mengindikasikan pemegang jangka panjang mulai masuk ketika harga stabil.

Namun, pantulan itu masih menghadapi dinding pasokan yang jelas. Cost basis distribution heatmap memperlihatkan klaster pasokan padat di area $74 hingga $75, yakni level ketika banyak pemegang membeli SOL.

Zona seperti ini kerap menjadi area jual ketika harga kembali ke titik beli para pemegangnya. Selama TVL belum stabil dan hambatan di area $74 hingga $75 belum ditembus, pergerakan naik Solana masih rawan goyah.

Berita Terbaru