Moto G77 Power Ternyata Turun di Layar dan Kamera, Meski Baterainya Lebih Gahar

Moto G77 Power hadir dengan pendekatan yang tidak biasa untuk perangkat berlabel “Power”. Di atas kertas, daya tarik utamanya justru bukan pada layar atau kamera, melainkan pada kombinasi baterai yang lebih besar dengan kompromi di sejumlah aspek visual.

Motorola dijadwalkan meluncurkan Moto G77 Power di India pada 8 Juli. Kehadiran model ini langsung memunculkan perbandingan dengan Moto G77 global, karena keduanya memakai fondasi yang sama tetapi dibedakan lewat pengalaman pemakaian sehari-hari.

Chipset dan sistem operasi tetap sama

Moto G77 Power dan Moto G77 sama-sama dibekali MediaTek Dimensity 6400. Keduanya juga menjalankan Android 16, sehingga arah performa dasar dan platform perangkat lunaknya berada di jalur yang serupa.

Dengan komposisi itu, Motorola tidak memisahkan kedua model melalui dapur pacu atau versi sistem operasi. Perbedaan paling terasa justru diarahkan ke bagian yang langsung dilihat pengguna saat memakai ponsel.

AspekMoto G77Moto G77 Power
ChipsetMediaTek Dimensity 6400MediaTek Dimensity 6400
Sistem operasiAndroid 16Android 16
LayarExtreme AMOLED 6,78 inciLCD 6,72 inci
Refresh rate120Hz120Hz
ResolusiFull HD+Full HD+

Layar menjadi pembeda paling jelas

Moto G77 tampil lebih premium lewat panel Extreme AMOLED 6,78 inci. Layar ini mendukung warna 10-bit, cakupan 100 persen DCI-P3, dan tingkat kecerahan puncak hingga 5.000 nits.

Di sisi lain, Moto G77 Power memakai panel LCD 6,72 inci dengan warna 8-bit dan kecerahan hingga 1.050 nits. Proteksi layarnya tetap sama, yakni Corning Gorilla Glass 7i, tetapi kualitas tampilan keseluruhan berada satu tingkat di bawah Moto G77.

Perbedaan tersebut penting karena akan terasa dalam penggunaan harian. Panel AMOLED biasanya lebih unggul dalam kontras, kedalaman warna, dan visibilitas konten, sementara LCD pada varian Power menawarkan pendekatan yang lebih sederhana.

Moto G77 lebih agresif untuk urusan visual

Spesifikasi layar Moto G77 menegaskan posisinya sebagai varian yang lebih tinggi. Ukuran panel yang sedikit lebih besar, teknologi AMOLED, dan puncak kecerahan yang sangat tinggi membuatnya lebih cocok untuk konsumsi konten.

Dukungan 100 persen DCI-P3 juga menunjukkan bahwa Motorola menyiapkan perangkat ini bagi pengguna yang lebih memperhatikan ketepatan dan kekayaan warna. Hal itu tidak ditemukan pada Moto G77 Power.

Apa arti varian Power bagi pembeli

Nama “Power” bisa memberi kesan bahwa fokus perangkat ada pada daya tahan. Namun, informasi yang sudah terungkap justru menempatkan perbedaan terbesar pada panel layar, bukan pada chipset atau perangkat lunak.

Moto G77 Power tampak ditujukan untuk pengguna yang ingin mempertahankan performa inti serupa, tetapi tidak mengejar panel premium seperti pada Moto G77. Meski begitu, refresh rate 120Hz dan resolusi Full HD+ tetap hadir sehingga dasar kenyamanan visualnya masih terjaga.

Status peluncuran juga menambah konteks yang menarik. Moto G77 Power akan debut di India pada 8 Juli, sedangkan Moto G77 sudah lebih dulu hadir di pasar global dan belum diperkenalkan di India.

Situasi itu membuat Moto G77 Power berpotensi menjadi pintu masuk pertama seri ini di India. Pada saat yang sama, perbandingannya dengan Moto G77 global menjadi penting bagi calon pembeli yang ingin melihat seberapa jauh kompromi yang dibuat Motorola di varian Power.

Walau membawa nama yang terdengar lebih bertenaga, Moto G77 Power justru memperlihatkan bahwa peningkatan tidak selalu datang di layar atau kamera. Dalam kasus ini, Motorola memilih menahan sebagian sisi premium agar model Power tetap berada dalam posisi yang berbeda dari Moto G77.

Source: www.gizmochina.com
Berita Terkait