Motor Bekas Ini Boros Bensin Tapi Masih Diburu, Karakternya Bikin Susah Dilupakan

Bagi pencinta motor bekas, konsumsi BBM yang boros tidak selalu jadi penghalang utama. Sejumlah model justru tetap diburu karena menawarkan tenaga besar, tarikan spontan, dan karakter berkendara yang sulit digantikan motor yang lebih irit.

Itulah mengapa beberapa motor lawas sampai mendapat julukan “Sahabat Pertamina”. Julukan ini melekat karena frekuensi mampir ke SPBU yang lebih sering, tetapi di sisi lain justru menjadi bagian dari daya tarik mereka di pasar motor bekas.

Tenaga besar masih jadi alasan utama

Yamaha RX-King hampir selalu masuk daftar ketika membahas motor bekas yang boros bensin. Motor 2-tak ini dikenal punya akselerasi spontan dan tenaga besar yang membuatnya tetap dicari, meski konsumsi BBM normalnya hanya berada di kisaran 20 hingga 25 kilometer per liter.

Karakter serupa juga membuat Kawasaki Ninja 150 RR tetap punya penggemar. Motor sport 2-tak ini menawarkan performa tinggi, suara mesin yang khas, dan konsumsi BBM sekitar 18 hingga 22 kilometer per liter dalam kondisi tertentu.

Motor touring dan sport lawas yang tetap diminati

Honda Tiger membawa daya tarik berbeda lewat mesin 200 cc, posisi duduk nyaman, dan bodi gagah. Motor touring legendaris ini rata-rata mengonsumsi bensin sekitar 25 hingga 30 kilometer per liter, angka yang tidak bisa disebut hemat untuk motor yang sering dipakai dalam perjalanan jauh.

Di sisi lain, Suzuki Satria FU 150 karburator dikenal lewat karakter agresif dan tarikan atas yang responsif. Meski performanya membuat banyak orang tertarik, motor ayago ini juga kerap dikeluhkan boros, terutama ketika sering dipakai pada putaran mesin tinggi.

Vixion generasi awal ikut masuk radar

Yamaha Vixion generasi awal menjadi contoh lain motor bekas yang tidak seirit model injeksi modern. Popularitasnya dulu sangat besar, tetapi beberapa pengguna menilai konsumsi BBM-nya terasa lebih boros, apalagi jika usia motor sudah tua dan perawatan rutin kurang diperhatikan.

Meski begitu, Vixion lawas tetap diminati karena handling yang nyaman, mesin yang responsif, dan kemudahan modifikasi. Faktor-faktor itu membuat motor ini masih punya tempat tersendiri di pasar bekas.

Kenapa tetap diburu meski boros

Kelima motor tersebut punya satu benang merah yang sama, yaitu karakter mesin yang kuat dan sensasi berkendara yang hidup. Pada RX-King dan Ninja 150 RR, mesin 2-tak memberi ledakan tenaga spontan dan suara khas yang sulit ditemukan pada motor harian masa kini.

Honda Tiger, Satria FU 150 karburator, dan Vixion generasi awal menonjol lewat keunggulan yang berbeda, mulai dari kenyamanan, performa, sampai citra sporty. Karena itu, pembeli motor bekas tidak selalu menjadikan efisiensi BBM sebagai pertimbangan utama.

Ada juga faktor emosional yang ikut bermain dalam tingginya minat. Beberapa model sudah berstatus legendaris, punya komunitas, atau diburu kolektor karena karakter yang dianggap tidak tergantikan oleh motor modern.

Daftar motor ini sekaligus mengingatkan bahwa harga beli bukan satu-satunya hal yang perlu dihitung saat memilih motor bekas. Konsumsi BBM dan biaya penggunaan harian tetap penting, terutama untuk motor bermesin besar atau yang berkarakter performa tinggi.

Bagi para penggemarnya, kompromi itu sudah diterima sejak awal. Selama tenaga, kenyamanan, dan sensasi berkendaranya masih sesuai selera, label “Sahabat Pertamina” justru dianggap sebagai bagian dari identitas motor tersebut.

Berita Terkait