Oli Motor yang Jarang Dipakai Tetap Bisa Rusak, Telat Ganti 6 Bulan Berisiko ke Mesin

Motor yang jarang dipakai bukan berarti bebas perawatan. Oli mesin tetap bisa menurun kualitasnya meski kendaraan lebih sering diam di garasi, dan kondisi itu berisiko langsung ke kesehatan mesin.

Karena itu, patokan penggantian oli untuk motor yang jarang digunakan sebaiknya mengikuti waktu, bukan hanya jarak tempuh. Anjuran yang umum dipakai adalah setiap enam bulan sekali.

Mengapa oli tetap perlu diganti

Penurunan kualitas oli terjadi terutama karena oksidasi dan kondensasi. Oksidasi dimulai sejak oli berada di dalam mesin dan bereaksi dengan udara, lalu perlahan mengubah struktur oli menjadi lebih kental.

Kondensasi juga bisa muncul saat motor lama tidak dipakai, terutama bila disimpan di tempat lembap atau suhu lingkungan sering berubah. Uap air yang masuk dapat bercampur dengan oli dan memicu endapan lumpur atau sludge.

Kondisi itu membuat oli tidak lagi mampu memberi perlindungan optimal. Odometer yang rendah, karena itu, tidak otomatis menandakan oli masih aman digunakan.

Batas aman bagi motor yang lebih sering diam

Untuk motor yang rutin dipakai, pabrikan umumnya menyarankan penggantian oli setiap 2.000 hingga 4.000 kilometer. Namun bagi motor yang jarang keluar rumah, usia oli menjadi ukuran yang lebih relevan daripada angka kilometer.

Para ahli otomotif dan pabrikan umumnya tetap menyarankan penggantian oli setiap enam bulan, meski motor hampir tidak pernah digunakan. Jika batas ini dilewati, oli lama yang sudah terdegradasi tidak lagi memberi perlindungan yang memadai saat mesin dihidupkan kembali.

Risiko saat penggantian ditunda

Salah satu dampak yang paling cepat terasa terjadi saat motor dinyalakan setelah lama menganggur. Pada kondisi itu, oli yang kualitasnya turun tidak mampu melapisi komponen secara sempurna ketika cold start.

Gesekan kasar pada piston dan dinding silinder dapat terjadi lebih mudah. Dalam jangka panjang, situasi ini mempercepat keausan komponen mesin dan mengganggu kesiapan motor saat kembali dipakai.

Endapan sludge juga bisa menyumbat saluran oli yang sempit. Bila aliran pelumas terhambat, bagian penting mesin tidak menerima perlindungan yang dibutuhkan dan risiko kerusakan ikut naik.

Selain itu, sifat anti-karat pada oli tidak bertahan selamanya. Seiring waktu, kemampuan itu melemah dan bagian dalam mesin menjadi lebih rentan terhadap korosi, terutama saat motor lama disimpan tanpa perawatan berkala.

Perhatian untuk pemilik motor

Pemilik motor yang lebih sering menyimpan kendaraan perlu mengubah cara membaca jadwal servis oli. Fokusnya bukan semata-mata pada kilometer, tetapi juga pada usia oli yang sudah berada di dalam mesin.

Semakin lama oli dibiarkan tanpa diganti, semakin besar kemungkinan struktur kimianya berubah dan fungsi pelumasan menurun. Karena itu, mengganti oli setiap enam bulan menjadi langkah sederhana untuk menjaga mesin tetap siap saat dibutuhkan kapan saja.

Kondisi MotorPatokan Ganti OliCatatan
Rutin dipakai2.000 hingga 4.000 kilometerUmumnya dianjurkan pabrikan
Jarang dipakaiSetiap 6 bulanPatokan waktu lebih relevan daripada kilometer
Source: www.suara.com
Berita Terkait