Motor Listrik Ini Bukan Skuter Biasa, Fitur Digital dan Torsinya Mengejutkan

Motor listrik futuristik ini langsung menarik perhatian karena membawa torsi sekitar 320 Nm, angka yang jarang ditemui di kelas roda dua harian. Karakter tenaganya dirancang responsif dan instan, sesuai dengan keunggulan utama kendaraan listrik yang mengandalkan dorongan sejak putaran awal.

Kecepatan maksimumnya berada di kisaran 115 km/jam, sehingga model ini tidak hanya diarahkan untuk mobilitas perkotaan. Kombinasi performa tersebut memberi kesan bahwa kendaraan ini disiapkan untuk kebutuhan berkendara yang lebih dinamis dari sekadar perjalanan singkat.

Ruang Kendali Serba Digital

Di bagian kokpit, motor ini memakai layar digital 10,25 inci sebagai pusat kontrol utama. Informasi seperti kecepatan, navigasi, dan pengaturan sistem kendaraan ditampilkan dalam satu panel terintegrasi yang mudah dipantau pengendara.

Sistem kendalinya juga tidak mengikuti pola motor konvensional. Kombinasi joystick dan tombol fisik dengan pencahayaan adaptif dirancang agar tetap nyaman dipakai dalam kondisi cahaya siang maupun malam.

Fitur digital key berbasis smartphone menjadi salah satu nilai jual penting. Melalui ponsel, pengguna bisa mengakses dan mengontrol sejumlah fungsi kendaraan, menegaskan arah pengembangan motor yang makin terhubung dengan ekosistem digital.

Kemampuan pembaruan lewat jaringan atau OTA update membuat sistem kendaraan ini bisa diperbarui tanpa perlu datang ke bengkel. Fitur itu juga membuka peluang penambahan fungsi baru di kemudian hari, termasuk pembukaan otomatis saat pengendara mendekat.

Desain Radikal dengan Pendekatan Premium

Dari sisi tampilan, motor ini mengusung konsep bodi one-piece seamless yang memberi kesan bersih, menyatu, dan futuristik. Dengan panjang bodi yang mendekati dua meter, rancangannya bukan hanya mengejar estetika, tetapi juga membantu efisiensi aerodinamika dan stabilitas saat melaju lebih cepat.

Bagian depan tampil menonjol berkat sistem pencahayaan bergaya modern yang membentuk identitas visual kuat. Material bodinya juga diklaim memiliki ketebalan di atas rata-rata dan mendekati standar kendaraan premium yang lebih kokoh serta tahan lama.

Sentuhan praktis hadir lewat standar samping otomatis yang bisa dioperasikan hanya dengan satu tombol. Detail ini memperkuat kesan bahwa motor tersebut ingin menawarkan kemudahan penggunaan, bukan sekadar tampilan berbeda.

Mode Berkendara dan Suspensi Kelas Atas

Untuk menyesuaikan kondisi jalan dan gaya berkendara, tersedia empat mode, yaitu assist, comfort, wet, dan sport. Keempat mode tersebut memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna dalam mengatur respons kendaraan sesuai kebutuhan.

Salah satu fitur teknis yang mencuri perhatian adalah suspensi depan double wishbone. Teknologi ini umumnya ditemui pada kendaraan kelas atas dan ditujukan untuk meningkatkan stabilitas serta kenyamanan, terutama ketika melintasi permukaan jalan yang tidak rata.

Keselamatan, Jarak Tempuh, dan Harga

Pada aspek keselamatan, motor ini sudah membawa Integrated Braking System atau IBS dan Traction Control System atau TCS. Kombinasi keduanya dirancang untuk membantu menjaga kontrol kendaraan dalam berbagai situasi berkendara.

Ada pula fitur hill descent control untuk membantu saat melintasi turunan, serta auto hold agar kendaraan tidak mundur ketika berhenti di tanjakan. Dua fitur ini relevan untuk penggunaan harian di area perkotaan yang kerap menghadapi kondisi jalan menanjak dan menurun.

Untuk daya jelajah, motor ini diklaim mampu menempuh hingga sekitar 210 kilometer berdasarkan standar WMTC. Capaian itu membuatnya masuk kategori kompetitif di segmen motor listrik jarak jauh.

Motor listrik ini dipasarkan mulai kisaran Rp44,5 juta off the road. Tersedia juga program early bird dengan potongan harga bagi konsumen awal, sehingga peluncurannya mengandalkan kombinasi desain unik, teknologi canggih, dan strategi pasar yang agresif.

Berita Terkait