Motor Listrik Nasional Tak Cukup Dirakit, TKDN dan Rantai Pasok Jadi Penentu

Status motor listrik nasional dinilai tidak dapat ditentukan hanya dari lokasi perakitan di Indonesia. Produk tersebut harus memiliki kandungan lokal yang kuat serta memberi ruang nyata bagi industri komponen dalam negeri.

Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani, menilai ada dua fondasi yang menentukan apakah sebuah kendaraan layak disebut sebagai motor listrik nasional. Kedua unsur itu adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN di atas 50 persen dan terbentuknya rantai pasok lokal.

Ukuran tersebut menjadi penting di tengah rencana peluncuran motor listrik nasional yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin menghadirkan kendaraan produksi dalam negeri yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk petani untuk menunjang aktivitas harian.

Dua ukuran utama produk nasional

Ajib menekankan bahwa nilai tambah suatu motor tidak otomatis berada di Indonesia hanya karena proses perakitannya dilakukan di dalam negeri. Tanpa komponen, teknologi, dan jaringan pemasok lokal, produk itu berisiko hanya menjadi motor asing yang diberi identitas lokal.

UnsurKetentuanDampak yang Diharapkan
TKDNMelampaui 50 persen, termasuk kekayaan intelektual lokalNilai tambah produksi lebih besar berada di Indonesia
Rantai pasok lokalMelibatkan produsen komponen di dalam negeriMendorong koperasi, industri kecil, dan IKM otomotif

Komponen yang masuk dalam penguatan TKDN antara lain chassis, body pack, dan wiring. Ajib juga memasukkan kekayaan intelektual lokal sebagai bagian penting karena penguasaan teknologi menentukan kedalaman industri nasional.

Keberadaan rantai pasok lokal tidak hanya berkaitan dengan jumlah pabrik besar yang ikut memproduksi kendaraan. Ajib memandang sektor ini perlu membuka keterlibatan koperasi serta persatuan industri kecil-menengah otomotif.

“Bagian-bagian komponen harus menumbuhkan industri-industri kecil sehingga ekosistem ekonominya bisa memberikan dampak luas ke masyarakat,” kata Ajib dalam keterangan tertulis. Menurutnya, manfaat ekonomi dari motor listrik akan lebih terasa apabila produksi komponen tersebar ke banyak pelaku usaha domestik.

Manfaat yang dibidik dari ekosistem lokal

Apabila dua syarat tersebut terpenuhi, motor listrik dapat dirancang lebih sesuai dengan kebutuhan penggunaan sepeda motor di Indonesia. Ajib menilai kendaraan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga dapat menjadi sarana ekonomi produktif bagi masyarakat.

Rancangan yang memahami kebutuhan pengguna lokal dinilai relevan bagi kelompok yang memakai sepeda motor untuk bekerja sehari-hari. Harapan Prabowo agar petani dapat menggunakan motor listrik menunjukkan fungsi produktif itu menjadi salah satu perhatian dalam rencana tersebut.

Manfaat lain yang disorot adalah potensi penurunan emisi gas buang. Ajib menyebut penggunaan motor listrik berpeluang memangkas emisi lebih dari 95 persen sebagai bagian dari dorongan menuju ekonomi hijau.

Peralihan penggunaan kendaraan juga dapat berpengaruh terhadap beban subsidi bahan bakar minyak jika terjadi secara masif. Ajib mencatat jumlah pengguna motor di Indonesia telah teridentifikasi lebih dari 145 juta unit.

Dengan asumsi setiap motor memakai satu liter Pertalite per hari, subsidi yang perlu dikeluarkan pemerintah disebut dapat melampaui Rp500 miliar per hari. Angka itu memperlihatkan besarnya dampak fiskal yang dibidik dari pergeseran penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak.

Rencana peluncuran masih menunggu rincian

Prabowo sebelumnya menyatakan Indonesia akan segera memiliki motor nasional yang diproduksi di dalam negeri. “Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional,” kata Prabowo seperti dikutip CNN Indonesia.

Selain motor listrik, Prabowo juga menyatakan Indonesia akan memiliki mobil nasional yang dibuat oleh anak-anak Indonesia. Namun, identitas produsen dan waktu pasti peluncuran motor listrik nasional tersebut belum dirinci.

Karena itu, perhatian terhadap TKDN dan rantai pasok menjadi relevan sebelum produk memasuki pasar secara luas. Keberhasilan motor listrik nasional akan bergantung pada seberapa jauh industri domestik terlibat dalam penciptaan komponen, teknologi, dan nilai ekonominya.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terkait