Motorola Razr Fold datang dengan paket yang langsung mengganggu peta persaingan foldable model buku. Di atas kertas, perangkat ini tampil lebih tipis, lebih ringan, lebih besar baterainya, dan lebih berani di sektor kamera dibanding Pixel 10 Pro Fold.
Di kelas harga yang sangat dekat, selisih spesifikasi ini membuat duel keduanya terasa makin tajam. Motorola jelas tidak sekadar ikut meramaikan pasar, tetapi mencoba menekan Google di area yang selama ini dianggap kuat.
Bodi lebih ramping, tetapi ketahanan masih jadi pembeda
Razr Fold hadir dengan bodi 4,55 mm saat dibuka dan 9,89 mm saat dilipat, dengan bobot 243 gram. Pixel 10 Pro Fold berada di angka 5,2 mm saat dibuka, 10,8 mm saat dilipat, dan 258 gram.
Angka itu menempatkan Motorola sebagai opsi yang lebih nyaman dibawa dan digenggam. Namun Google masih punya senjata penting di sisi proteksi karena Pixel 10 Pro Fold menjadi foldable pertama dengan sertifikasi IP68.
Razr Fold hanya membawa rating IP48/IP49. Perlindungan airnya tetap kuat, tetapi ketahanan terhadap debu belum menyamai milik Google.
Google juga merombak engsel Pixel 10 Pro Fold untuk meningkatkan daya tahan. Perubahan itu sekaligus memungkinkan layar penutup berukuran 6,4 inci.
Layar besar, terang, dan serba agresif
Motorola mengandalkan layar luar 6,6 inci pOLED dan layar utama lipat 8,1 inci OLED 2K. Panel luarnya mendukung refresh rate 165Hz, sedangkan panel dalam berjalan di 120Hz.
Kedua panel tersebut memakai teknologi 10-bit. Tingkat kecerahannya juga sangat tinggi, dengan 6.000 nits di layar luar dan sekitar 6.200 nits di panel lipat.
Pixel 10 Pro Fold membawa layar penutup 6,4 inci dan layar lipat 8 inci. Kecerahan keduanya berada di sekitar 3.000 nits, tetapi tetap diklaim nyaman dipakai di bawah sinar matahari.
Untuk perlindungan layar luar, Motorola memakai Gorilla Glass Ceramic 3. Google menggunakan Gorilla Glass Victus 2 pada panel penutup Pixel 10 Pro Fold.
Motorola juga menambah nilai lewat dukungan stylus Moto Pen Ultra yang dijual terpisah seharga $99. Opsi ini memberi ruang bagi pengguna yang ingin menulis atau menggambar di layar besar.
Performa dan daya baterai ikut memanaskan persaingan
Razr Fold ditenagai Snapdragon 8 Gen 5, dipasangkan dengan RAM 16GB LPDDR5X dan penyimpanan 512GB. Pixel 10 Pro Fold memakai Tensor G5 dengan RAM 16GB dan pilihan storage 256GB, 512GB, serta 1TB.
Di atas kertas, chip Qualcomm memberi keuntungan untuk multitasking berat, gaming, dan aplikasi yang menuntut performa tinggi. Tensor G5 memang lebih cepat dari generasi sebelumnya, tetapi belum menyamai level Snapdragon di kelas ini.
Keunggulan Motorola terasa semakin jelas di baterai. Razr Fold membawa kapasitas 6.000mAh, sedangkan Pixel 10 Pro Fold memakai baterai 5.015mAh.
Pengisian dayanya juga lebih cepat di sisi Motorola. Razr Fold mendukung 80W TurboPower wired charging dan 50W wireless charging, sementara Pixel 10 Pro Fold disebut hanya mendukung 30W.
Google tetap punya satu nilai tambah di pengisian nirkabel. Pixel 10 Pro Fold mendukung Pixelsnap Qi2 dengan magnet penuh untuk charger dan aksesori, fitur yang belum dimiliki Razr Fold.
Kamera Motorola lebih besar di angka, Google masih punya reputasi
Motorola membekali Razr Fold dengan tiga kamera belakang 50MP. Konfigurasinya terdiri dari kamera utama Sony LYTIA 50MP, telefoto 50MP dengan zoom optik 3x, dan ultrawide 50MP dengan autofocus.
Pixel 10 Pro Fold membawa kamera utama 48MP, telefoto 10,8MP, dan ultrawide 10,5MP. Dari sisi spesifikasi, paket kamera Motorola terlihat jauh lebih agresif.
Kamera depannya juga lebih meyakinkan di Razr Fold. Perangkat ini memakai sensor 32MP di layar luar dan 20MP di layar dalam, sedangkan Pixel 10 Pro Fold mengandalkan kamera 10MP di kedua sisi.
Meski begitu, Google masih punya reputasi kuat dalam pemrosesan foto. Pixel 10 Pro Fold juga membawa zoom optik 5x, yang berpotensi memberi hasil zoom lebih baik dibanding telefoto 3x milik Motorola.
Software mulai sejajar, tetapi kepercayaan belum sepenuhnya sama
Kedua ponsel menjalankan Android 16 dan sama-sama dijanjikan mendapat tujuh tahun pembaruan OS. Ini menjadi momen penting karena Motorola untuk pertama kalinya menyamai komitmen update jangka panjang Google.
Masalahnya, ketepatan waktu pembaruan masih menjadi pertanyaan untuk Motorola. Google tetap lebih dipercaya dalam hal update hari pertama dan pengalaman software yang lebih matang serta konsisten.
Pixel 10 Pro Fold juga membawa fitur AI dan pembaruan berkala lewat Pixel Drop. Motorola menjawabnya dengan Hello UX dan tata letak fleksibel, termasuk Laptop Mode saat perangkat dibuka setengah di meja untuk mengetik lewat keyboard layar terpisah.
Motorola Razr Fold dibanderol $1,899.99 untuk varian 16GB/512GB. Pixel 10 Pro Fold versi 512GB dihargai $1,919, meski Google juga menyediakan opsi 256GB dan 1TB yang membuat titik masuk produknya lebih fleksibel.
Motorola jelas datang dengan paket yang sangat kuat untuk pendatang baru, terutama di desain, layar, performa, baterai, dan kamera. Google masih memegang keunggulan yang sulit diabaikan lewat IP68, dukungan Qi2 magnetik, dan pengalaman software yang lebih rapi serta lebih dapat diprediksi.
Source: www.androidcentral.com





