Motorola Razr Fold mencetak skor 164 dalam pemeringkatan DXOMARK dan menempatkan diri sebagai ponsel lipat dengan kamera terbaik pada penilaian tersebut. Raihan ini mengangkat perhatian pada perangkat layar lipat besar pertama Motorola yang mengandalkan sistem tiga kamera belakang.
Keunggulan fotografi menjadi salah satu alasan utama Razr Fold diposisikan di segmen premium. Motorola memasang tiga sensor beresolusi 50 MP dengan tugas berbeda, mulai dari pemotretan utama hingga pembesaran jarak jauh.
Perangkat ini dijual di Indonesia sekitar Rp 25,5 juta dalam pilihan warna Pantone Blackened Blue dan Pantone Lily White. Di balik bodinya, Razr Fold membawa Snapdragon 8 Gen 5, RAM LPDDR5X 12 GB, serta penyimpanan internal 256 GB.
Baterai berkapasitas 6.000 mAh mendukung pengisian kabel 80 watt dan pengisian daya nirkabel 50 watt. Kombinasi tersebut melengkapi perangkat yang tidak hanya menonjolkan kemampuan kamera, tetapi juga kebutuhan penggunaan harian di kelas flagship.
Dua Layar dengan Kecerahan Tinggi
Layar utama Motorola Razr Fold berukuran 8,1 inci dan menggunakan panel LTPO 2K dengan refresh rate 120 Hz. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 6.200 nit, sementara dukungan Dolby Vision dan HDR10+ turut tersedia.
Layar cover berukuran 6,6 inci dengan resolusi 2.520 x 1.080 piksel dan refresh rate 165 Hz. Panel luar ini memiliki kecerahan puncak hingga 6.000 nit serta mendukung Dolby Vision dan HDR10+.
| Bagian | Ukuran dan Resolusi | Refresh Rate | Kecerahan Puncak |
|---|---|---|---|
| Layar utama | 8,1 inci, LTPO 2K | 120 Hz | 6.200 nit |
| Layar cover | 6,6 inci, 2.520 x 1.080 piksel | 165 Hz | 6.000 nit |
Tiga Kamera untuk Sudut Pandang Berbeda
Menurut laporan Sumeks, kamera utama memakai sensor Sony LYTIA 828 beresolusi 50 MP dengan bukaan f/1.6. Modul ini dilengkapi autofocus dan optical image stabilization atau OIS untuk membantu menjaga kestabilan gambar.
Kamera ultrawide 50 MP menyediakan sudut pandang 122 derajat. Modul tersebut juga mendukung autofocus dan dapat digunakan untuk memotret objek jarak dekat melalui mode makro.
Kebutuhan pembesaran ditangani kamera telefoto periskop 50 MP dengan sensor Sony LYTIA 600. Kamera ini menawarkan optical zoom 3x serta pembesaran digital hingga 100x.
| Kamera | Sensor/Resolusi | Fitur Utama |
|---|---|---|
| Utama | Sony LYTIA 828, 50 MP | f/1.6, autofocus, OIS |
| Ultrawide | 50 MP | Sudut 122 derajat, autofocus, makro |
| Telefoto periskop | Sony LYTIA 600, 50 MP | Optical zoom 3x, digital zoom hingga 100x |
Selain modul belakang, perangkat ini membawa kamera internal 32 MP dan kamera layar cover 20 MP. Susunan itu memberi pilihan kamera depan pada dua sisi perangkat lipat tersebut.
Video 8K dan Pemrosesan Berbasis AI
Kamera utama Razr Fold dapat merekam video hingga 8K pada 30 fps. Perangkat ini juga mendukung perekaman 4K pada 60 fps serta video gerak lambat 4K pada 120 fps.
Dukungan Dolby Vision tersedia pada kamera utama dan telefoto periskop. Motorola turut menyertakan Zero Shutter Lag untuk membantu menangkap objek yang bergerak.
Fitur pemrosesan berbasis AI mencakup AI-powered Portrait, AI Action Shot, dan AI Photo Enhancement Engine. AI Action Shot ditujukan untuk objek bergerak cepat, sedangkan AI Photo Enhancement Engine memproses detail, warna, dan pencahayaan foto.
Dengan skor 164 DXOMARK, kombinasi kamera, video resolusi tinggi, dan pemrosesan AI menjadi pusat daya tarik Razr Fold. Konfigurasi itu membedakannya dalam kategori kamera ponsel lipat yang semakin mengandalkan kemampuan fotografi sebagai nilai jual utama.







