Lazio melangkah ke final Coppa Italia setelah melewati Atalanta dalam duel yang berakhir dengan adu penalti di New Balance Arena. Pada momen penentuan itu, Motta menjadi sosok paling menentukan karena menggagalkan empat eksekusi Atalanta dan menjaga peluang timnya tetap hidup.
Kemenangan Lazio lahir dari ketenangan di titik putih setelah pertandingan habis 1-1 hingga waktu tambahan usai. Dua sepakan Lazio dari Isaksen dan Taylor cukup untuk mengunci skor 2-1 dalam tos-tosan dan mengantar mereka ke partai puncak.
Laga berjalan ketat sejak awal
Atalanta memulai pertandingan dengan penguasaan bola yang lebih dominan. Dalam 15 menit pertama, tim tuan rumah mencatat 65,4 persen penguasaan bola, tetapi Lazio tetap disiplin dalam bertahan dan tidak mudah ditembus.
Situasi itu membuat Lazio lebih banyak menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Pola tersebut menjaga laga tetap seimbang meski tekanan dari Atalanta terus datang.
Romagnoli sempat membawa Lazio di depan
Peluang besar Lazio untuk menembus final sempat terlihat saat Alessio Romagnoli mencetak gol pada menit ke-82. Bek tengah itu menyelesaikan sepak pojok Mattia Zaccagni dengan sundulan yang membuat Lazio unggul lebih dulu.
Keunggulan tersebut hanya bertahan singkat. Dua menit kemudian, Atalanta langsung membalas lewat Mario Pasalic yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan mengubah skor kembali menjadi imbang.
Gol Pasalic memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Dalam fase itu, kedua tim sama-sama gagal menemukan gol penentu meski tekanan terus meningkat sepanjang menit-menit akhir.
Adu penalti berubah jadi panggung Motta
Saat laga harus ditentukan melalui adu penalti, ketenangan Lazio terlihat lebih baik. Motta tampil sebagai pembeda utama karena sukses membaca dan menggagalkan empat tendangan pemain Atalanta.
Empat penendang yang tidak bisa menaklukkan Motta adalah Gianluca Scamacca, Davide Zappacosta, Mario Pasalic, dan Charles De Ketelaere. Rangkaian penyelamatan itu membuat Atalanta kehilangan momentum di saat paling krusial.
Di sisi Lazio, keberhasilan Isaksen dan Taylor menuntaskan tugas dari titik putih menjadi penutup yang sempurna. Dua eksekusi itu sudah cukup untuk memastikan Lazio menang 2-1 dalam adu penalti yang berlangsung singkat namun sangat menentukan.
Inter Milan sudah menunggu di final
Di partai puncak, Lazio akan berhadapan dengan Inter Milan. Inter lebih dulu memastikan tiket final setelah menekuk Como 3-2 lewat kebangkitan dramatis, termasuk dua gol Hakan Calhanoglu dan gol penentu Luka Sucic di menit akhir.
Pertemuan ini diperkirakan berjalan sengit karena kedua tim sama-sama datang dengan modal mental kuat. Lazio membawa kepercayaan diri dari kemenangan lewat drama penalti, sementara Inter datang dengan bekal mampu membalikkan keadaan pada laga sebelumnya.
Bagi Atalanta, hasil ini menjadi pukulan besar setelah mereka gagal memaksimalkan dominasi di awal pertandingan. Meski tampil agresif dan intens sepanjang laga, tim tuan rumah tetap harus menerima kenyataan bahwa Lazio tampil lebih efektif pada momen-momen yang paling menentukan.
