PT Motul Indonesia Energy (MIE) memilih forum kecil berisi tiga sampai empat bengkel untuk memperkuat penetrasi pasar pelumas di Indonesia. Strategi ini menempatkan edukasi teknis dan praktik servis sebagai pintu masuk untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelaku usaha bengkel.
Pendekatan tersebut dijalankan melalui Motul Performance System (MPS) dalam skala mikro. MIE menilai jumlah peserta yang terbatas membuat pertukaran informasi antara perusahaan, distributor, pemilik bengkel, dan mekanik dapat berlangsung lebih intensif.
Berbeda dari pelatihan yang semata mengandalkan presentasi, program ini juga memuat praktik langsung. Peserta diperkenalkan pada paket solusi servis kendaraan agar pemahaman terhadap produk dapat dikaitkan dengan kebutuhan perawatan di lapangan.
Fokus pada Transfer Pengetahuan
Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkecil jarak antara produsen dan mekanik. Kedekatan itu dipandang penting agar kolaborasi serta transfer edukasi dapat berjalan efektif.
“Kami ingin memastikan terjadinya kolaborasi yang intim serta transfer edukasi yang efektif mengenai paket solusi servis kendaraan,” ujar Welmart pada Senin (20/7/2026). “Kami tidak hanya memberikan materi presentasi, tetapi juga praktik langsung untuk mengenalkan keunggulan lini produk kami secara menyeluruh.”
Materi pelatihan mencakup sejumlah produk pelumas dan cairan pendukung perawatan kendaraan. Pengenalan itu diarahkan agar bengkel tidak hanya mengetahui fungsi tiap produk, tetapi juga memahami penerapannya dalam layanan servis.
| Produk | Kategori | Penerapan Program |
|---|---|---|
| Oli mesin | Pelumas kendaraan | Edukasi dan praktik |
| Scooter gear | Produk pendukung kendaraan | Edukasi dan praktik |
| Brake fluid | Cairan esensial | Edukasi dan praktik |
| Cairan aditif kimia | Produk perawatan | Edukasi dan praktik |
Bengkel Menjadi Kanal Distribusi
MIE memandang bengkel lokal sebagai kanal penting untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi perpanjangan distribusi bagi merek Motul dan Ipone di berbagai wilayah.
Posisi bengkel dalam strategi ini tidak terbatas sebagai tempat penjualan produk. Bengkel juga diharapkan mampu menjelaskan pilihan paket perawatan kendaraan berdasarkan pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan.
Program kemitraan itu direncanakan digulirkan secara masif di berbagai kota di Indonesia. Sasaran utamanya ialah memperluas pengenalan produk sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam pasar solusi perawatan kendaraan.
Menurut Welmart, MIE ingin membuat produk Motul dan Ipone semakin dikenal luas oleh masyarakat. Perusahaan juga menargetkan penguatan posisinya sebagai pilihan paket solusi perawatan kendaraan.
Suara.com melaporkan bahwa edukasi hingga tingkat wilayah menjadi bagian dari upaya peningkatan penetrasi pasar perusahaan. Pola kelompok kecil ini diharapkan memperluas jangkauan produk melalui hubungan yang lebih solid dengan pemilik bengkel dan distributor.
Bagi bengkel, pelatihan tersebut membuka ruang untuk mengenali ragam produk beserta penggunaannya dalam layanan servis. Penerapan pengetahuan teknis itu diharapkan membantu peningkatan kualitas perawatan kendaraan bagi konsumen di berbagai daerah.
