MPLS TK Tak Boleh Berat, Fajar Ingatkan Sekolah Jangan Geser Dunia Anak

Pelaksanaan MPLS untuk taman kanak-kanak kembali diingatkan agar tidak berubah menjadi kegiatan yang terlalu berat bagi murid usia dini. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa suasana belajar di PAUD harus tetap berpijak pada prinsip bermain sambil belajar.

Fajar menyampaikan pesan itu setelah memantau pelaksanaan MPLS di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (13/7/2026). Ia menilai pendekatan untuk anak PAUD tidak boleh disamakan dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Fokus MPLS TK Tetap Pada Adaptasi Anak

Menurut Fajar, pengenalan lingkungan sekolah memang penting, tetapi harus dikemas dalam suasana yang menyenangkan. Ia menekankan bahwa PAUD tidak semestinya diberi porsi pembelajaran yang terlalu menonjol hingga terasa seperti sekolah dasar atau menengah.

“Kalau PAUD itu kan prinsip filosofinya itu belajar sambil bermain, jadi play based learning gitu kan. Jangan sampai nanti pembelajarannya terlalu menonjol,” kata Fajar.

Ia menambahkan, MPLS PAUD perlu menjaga keseimbangan agar anak tetap nyaman saat mulai mengenal sekolah, guru, dan teman baru. Karena itu, kegiatan harus tetap ringan dan dekat dengan karakter anak usia dini.

“Jangan sampai nanti malah PAUD juga terlalu dalam seperti memerankan fungsi sekolah dasar atau menengah gitu,” jelas Fajar.

Empat Tujuan Utama MPLS TK

Dikutip dari buku Rujukan Kegiatan MPLS Ramah 2026 untuk TK, ada empat tujuan utama yang dikenalkan kepada murid baru. Empat tujuan itu meliputi pengenalan potensi diri, warga sekolah, kurikulum, dan lingkungan sekolah.

Tujuan MPLS TKIsi
Pengenalan potensi diriMembantu anak mengenal kemampuan dan peran dirinya
Pengenalan warga sekolahMembantu anak mengenal guru dan teman
Pengenalan kurikulumMemberi gambaran awal tentang kegiatan belajar di sekolah
Pengenalan lingkungan sekolahMembantu anak memahami ruang dan suasana sekolah

Rangkaian MPLS TK juga dijadwalkan berlangsung selama lima hari, sama seperti jenjang sekolah lainnya. Namun, isi kegiatannya disusun sederhana, ceria, dan dekat dengan aktivitas anak usia dini.

Rangkaian Lima Hari MPLS Ramah untuk TK

HariFokus KegiatanContoh Aktivitas
Hari PertamaPerkenalan awalSalam sapa, doa, Indonesia Raya, mengenal diri dan guru, jelajah sekolah, makan sehat, bermain ceria, refleksi
Hari KeduaAktivitas interaktifPertemuan pagi ceria, permainan Tebak Gambar G7KAIH, kegiatan pilihan, makan sehat, bermain ceria, refleksi
Hari KetigaKebersihan dan siaga bencanaSekolah bersih, hati ceria, lagu siaga bencana, makan sehat, bermain ceria, refleksi
Hari KeempatPengelolaan kebiasaanGaris pilihanku, atur waktu layar, kegiatan pilihan, makan sehat, bermain ceria, refleksi
Hari KelimaPenguatan kebersamaanGelang persahabatan, berani tampil bersama, makan sehat, bermain ceria, refleksi

Pola kegiatan itu menunjukkan bahwa MPLS TK diarahkan untuk membantu murid baru beradaptasi tanpa tekanan akademik yang berlebihan. Unsur bermain muncul berulang hampir setiap hari, sehingga suasana sekolah tetap terasa aman dan ramah bagi anak.

Dengan pendekatan seperti ini, masa pengenalan sekolah diharapkan menjadi transisi yang nyaman sebelum anak masuk ke rutinitas belajar di PAUD. Fajar menilai arah itu penting agar sekolah tetap berjalan sesuai dengan dunia anak usia dini.

Berita Terkait