MPMX Bagi Dividen Rp 170 per Saham, Saat Industri Otomotif Masih Tertekan

Keputusan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk atau MPMX untuk membagikan dividen tunai Rp 170 per saham menjadi sorotan di tengah pasar otomotif yang belum sepenuhnya pulih. Jika dihitung dari harga saham perseroan pada penutupan perdagangan Senin, 25 Mei 2026, pembagian itu setara dengan dividend yield 16 persen.

Nilai total dividen yang akan diterima pemegang saham mencapai Rp 451.895.706.465. Langkah ini menegaskan bahwa emiten konsumer otomotif tersebut masih memilih mengembalikan nilai yang besar kepada investor meski industri otomotif dan mobilitas nasional masih menghadapi tekanan.

Kinerja tetap bertahan di tengah tekanan

Sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, MPMX membukukan pendapatan konsolidasi Rp 16,2 triliun. Perseroan juga mencatat laba bersih Rp 462 miliar pada periode yang sama.

Hasil itu memang masih positif, tetapi keduanya turun dibandingkan periode sebelumnya. Pendapatan terkoreksi 1 persen dan laba bersih turun 19 persen, seiring kondisi industri yang belum stabil.

MPMX menyebut pelemahan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang menekan kinerja. Selain itu, tekanan pada pembiayaan kendaraan dan normalisasi permintaan di sejumlah segmen usaha ikut memengaruhi hasil sepanjang 2025.

Strategi yang lebih hati-hati

Menghadapi situasi tersebut, perseroan menjalankan strategi yang lebih selektif dan disiplin. MPMX juga menekankan pendekatan yang adaptif terhadap perubahan pasar agar bisnis tetap terjaga.

Di saat yang sama, perusahaan memperkuat efisiensi biaya dan mengelola risiko secara prudent. Portofolio bisnis juga dioptimalkan agar kualitas kinerja tetap terjaga dan fondasi pertumbuhan jangka panjang semakin kuat.

Dengan dasar itu, perusahaan melihat ruang untuk meningkatkan pembagian dividen masih terbuka. Keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa fundamental usaha dinilai tetap terjaga meski industri otomotif masih menantang.

Disetujui dalam RUPS tahunan

Pembagian dividen tunai itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

MPMX menetapkan dividen tunai sebesar Rp 170 per saham. Berdasarkan harga saham perseroan pada penutupan perdagangan Senin, 25 Mei 2026, angka itu setara dengan dividend yield 16 persen.

Pesan manajemen kepada investor

Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, menyebut 2025 sebagai periode yang penuh dinamika bagi industri otomotif dan mobilitas nasional. Menurut dia, kondisi itu menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan kemampuan beradaptasi.

Suwito juga menegaskan bahwa perseroan akan terus menjaga kualitas bisnis dan memperkuat fundamental usaha secara berkelanjutan. Ia menilai peningkatan dividen tahun ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai yang berkelanjutan kepada pemegang saham.

Bagi investor, kombinasi antara tekanan industri dan dividen yang tinggi membuat langkah MPMX cukup mencuri perhatian. Di tengah pasar yang belum benar-benar pulih, perseroan tetap menunjukkan kemampuan menjaga profitabilitas sekaligus menyalurkan nilai kepada pemegang saham.

Source: www.liputan6.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer