Nama Yakuza Maneges Picu Tawa Publik, Gus Thuba Bawa Pesan Hijrah untuk Santri Jalur Kiri

Reaksi publik terhadap deklarasi Yakuza Maneges justru membuat nama organisasi itu semakin ramai dibicarakan. Di balik nama yang terdengar nyeleneh, Gus Thuba menempatkannya sebagai wadah hijrah bagi mereka yang ingin memperbaiki diri.

Istilah yang dipakai untuk menggambarkan sasaran gerakan ini juga ikut menarik perhatian. Yaitu “santri jalur kiri”, sebutan untuk orang-orang yang pernah tersesat, sempat berada di jalan yang keliru, atau terjerumus dalam kesalahan, tetapi ingin kembali ke arah yang benar.

Yakuza Maneges diumumkan Gus Thuba di Kediri dan langsung menyebar luas di media sosial. Cucu ulama karismatik Kediri KH Hamim Djazuli atau Gus Miek itu menyebut organisasi tersebut memiliki semangat spiritual dan kemanusiaan.

Nama “Yakuza” menjadi bagian yang paling banyak memancing rasa penasaran. Sebab, istilah itu identik dengan budaya populer Jepang dan terasa tidak biasa untuk sebuah gerakan hijrah pemuda.

Dari cara publik merespons, nama yang unik itu tampaknya mudah melekat di ingatan. Banyak warganet tidak hanya menyoroti makna organisasinya, tetapi juga kesan visual dan asosiasi yang muncul dari penyematan nama tersebut.

Percakapan di ruang digital lalu melebar ketika sejumlah artis ikut memberi tanggapan. Chicco Jerikho menjadi salah satu yang meramaikan kolom komentar dengan emoji tertawa dan api menyala.

Denny Darko juga ikut menanggapi dengan nada analitis. Ia menduga pimpinan organisasi itu punya ketertarikan pada budaya populer Jepang dan menulis, “Ketuanya pasti hobi nonton anime dan baca manga.”

Sorotan lain datang dari komentar Ari Dagienkz yang cukup banyak dibahas warganet. Mantan penyiar radio itu menandai akun Instagram Pepeng Naif dan seolah menyoroti kemiripan wajah Pepeng dengan Gus Thuba yang dianggap mencolok oleh sebagian pengguna media sosial.

Ucapan singkat Ari, “Peng, ah lu mah,” membuat suasana kolom komentar makin riuh. Setelah itu, sejumlah warganet ikut menimpali dengan candaan yang membuat pembicaraan tentang Yakuza Maneges terasa ringan dan penuh gelak tawa.

Pepeng Naif akhirnya ikut masuk dalam percakapan tersebut. Ia membalas singkat, “Hush, diem-diem aja,” yang kemudian ikut menyebarkan pembahasan soal organisasi itu ke lebih banyak orang di media sosial.

Di tengah ramainya komentar, candaan, dan respons figur publik, pesan utama Gus Thuba tetap terlihat jelas. Yakuza Maneges diposisikan sebagai ruang bagi mereka yang ingin meninggalkan masa lalu yang salah dan mulai melangkah ke arah yang lebih baik.

Source: www.suara.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer