NASA Pilih 3 Perusahaan untuk 4 Misi Bulan, Fondasi Pangkalan Manusia Mulai Dibangun

Author: Redaksi Android62

NASA semakin menegaskan arah baru eksplorasi Bulan dengan menunjuk tiga perusahaan antariksa swasta untuk menjalankan empat misi hingga akhir 2028. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya membangun kehadiran manusia yang lebih berkelanjutan di permukaan Bulan.

Empat misi itu tidak hanya membawa instrumen ilmiah, tetapi juga disiapkan untuk membantu pembentukan fondasi operasi jangka panjang di Bulan. NASA memposisikan misi-misi tersebut sebagai langkah awal menuju sistem pendukung yang kelak dibutuhkan untuk aktivitas rutin di sana.

Daftar perusahaan dan nilai kontrak

Dalam penunjukan terbaru ini, Astrobotic memperoleh porsi terbesar dengan kontrak senilai 297,9 juta dolar AS untuk dua misi pengiriman ke Bulan. Firefly Aerospace mendapatkan satu misi dengan nilai 144,2 juta dolar AS.

Intuitive Machines juga ditugaskan untuk satu misi dengan nilai kontrak 148,3 juta dolar AS. Pembagian ini menunjukkan makin besarnya peran sektor swasta dalam agenda eksplorasi Bulan yang dijalankan NASA.

Perusahaan Jumlah Misi Nilai Kontrak
Astrobotic 2 297,9 juta dolar AS
Firefly Aerospace 1 144,2 juta dolar AS
Intuitive Machines 1 148,3 juta dolar AS

Seluruh misi akan menggunakan versi terbaru dari desain wahana pendarat Bulan yang sebelumnya sudah pernah dipakai. Peningkatan ini diharapkan membuat pengiriman ke Bulan bisa dilakukan lebih sering pada masa mendatang.

Instrumen yang dibawa dibuat seragam

Setiap misi akan membawa tiga instrumen ilmiah NASA yang sama ke permukaan Bulan. Pendekatan seragam ini dipilih agar data yang terkumpul lebih luas dan lebih konsisten dari satu pendarat ke pendarat lain.

Instrumen itu terdiri atas Stereo Camera for Lunar Plume Surface Studies, Laser Retroreflector Array, dan Linear Energy Transfer Spectrometer. Ketiganya akan ditempatkan di Bulan melalui empat penerbangan berbeda.

Stereo Camera for Lunar Plume Surface Studies dipakai untuk mempelajari permukaan yang terdampak semburan saat pendaratan. Instrumen ini penting untuk memahami kondisi yang dihadapi wahana ketika turun ke permukaan Bulan.

Laser Retroreflector Array akan berfungsi sebagai penanda lokasi dan bagian dari jaringan pengukuran. Sementara itu, Linear Energy Transfer Spectrometer akan membantu pengamatan lingkungan di Bulan.

NASA menilai penggunaan instrumen yang sama pada beberapa misi akan memberi keuntungan ilmiah dan operasional. Data yang dikumpulkan juga dapat dipakai untuk membaca kondisi setempat secara lebih merata di berbagai lokasi.

Langkah yang terkait langsung dengan pangkalan Bulan

Keputusan ini berkaitan erat dengan pengembangan Program Pangkalan Bulan atau Moon Base Program. Program jangka panjang itu disiapkan untuk memperluas aktivitas ilmiah dan komersial di Bulan, sekaligus membuka jalan menuju keberadaan manusia yang lebih permanen di luar Bumi.

Joel Kearns, deputy associate administrator bidang eksplorasi di Direktorat Misi Sains NASA, menyebut pengiriman instrumen yang sama pada beberapa wahana pendarat akan membantu memahami potensi bahaya saat pendaratan. Ia juga mengatakan pendekatan itu akan membantu membangun jaringan global yang terdiri dari data lingkungan dan penanda lokasi di Bulan.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa NASA sedang menata elemen dasar sebelum aktivitas manusia di Bulan dapat berjalan lebih rutin. Risiko pendaratan, kondisi lingkungan, dan kepastian lokasi menjadi aspek penting dalam tahap awal ini.

Jika jadwal berjalan sesuai rencana hingga akhir 2028, NASA akan memiliki rangkaian data lingkungan dan penanda lokasi dari beberapa pendarat yang berbeda. Hasil itu akan menjadi bekal penting bagi operasi lanjutan di Bulan yang menuntut pendaratan lebih aman, lebih sering, dan lebih terkoordinasi.

Berita Terbaru