Naungan Agrivoltaik Naikkan Hasil Selada Saat Cuaca Panas Menguji Tanaman

Lahan pertanian tidak selalu harus memilih antara menghasilkan listrik atau menjaga tanaman tetap tumbuh. Pada sistem agrivoltaik, panel surya dipasang di atas lahan sehingga ada manfaat ganda: energi tetap diproduksi, sementara tanaman di bawahnya mendapat naungan terukur.

Pendekatan ini menjadi sorotan karena selada termasuk tanaman yang mudah terganggu oleh panas. Saat suhu mulai melewati sekitar 25C, pertumbuhan selada melambat, dan ketika hari-hari panas berlangsung terus, tanaman bisa layu bahkan mati.

Penelitian lapangan menunjukkan bahwa naungan dari panel surya dapat membantu menjaga selada tetap bertahan saat stres panas meningkat. Dalam uji pada organic romaine lettuce, para ilmuwan membandingkan 12 konfigurasi agrivoltaik dengan tanaman yang tumbuh tanpa naungan.

Naungan yang tidak seragam tetap memberi dampak besar

Model panel yang diuji juga beragam. Ada modul berbasis crystalline silicon yang dipasang berjauhan agar lebih banyak cahaya masuk, dan ada thin-film solar modules yang lebih tipis serta tampak seperti kaca berwarna.

Perbedaan desain ini penting karena naungan tidak hanya ditentukan oleh luas area teduh. Transparansi panel, pola bayangan, dan seberapa besar cahaya tetap menembus ke tanaman ikut memengaruhi pertumbuhan.

Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa kombinasi tertentu memberi manfaat paling kuat bagi selada. Dua konfigurasi yang menonjol adalah modul thin-film berwarna dengan transparansi 60 persen dan modul crystalline silicon dengan transparansi 44 persen.

Keduanya dinilai memberi keseimbangan paling baik antara perlindungan dari panas dan kualitas cahaya yang masih cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pada kondisi cuaca panas yang berat, kombinasi itu menjadi pembeda yang paling jelas dibanding lahan tanpa naungan.

Bobot panen meningkat tajam saat panas memuncak

Kinerja agrivoltaik terlihat paling nyata ketika tanaman menghadapi tekanan suhu tinggi. Perlakuan dengan panel surya meningkatkan bobot segar lettuce lebih dari 400 persen dibanding tanaman kontrol tanpa naungan.

Jika dibandingkan dengan rata-rata hasil nasional, peningkatannya juga lebih dari 200 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa perlindungan parsial bisa menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas tanaman yang sensitif terhadap panas.

Penelitian tersebut juga menemukan keterkaitan positif antara tinggi tanaman, jumlah daun, dan akumulasi biomassa. Artinya, saat naungan terukur tersedia, selada tumbuh lebih stabil dan tidak mudah kehilangan performa ketika cuaca terlalu panas.

Relevan untuk musim panas yang makin sulit diprediksi

Kondisi ini menjadi semakin penting karena musim panas yang ekstrem mulai menekan banyak tanaman, termasuk lettuce di Ontario. Kenaikan suhu pada musim panas terakhir disebut telah menahan pertumbuhan banyak tanaman lettuce, sehingga perlindungan tambahan di lahan ikut diperhitungkan.

Agrivoltaik menawarkan cara yang berbeda karena tidak sekadar mengurangi paparan matahari langsung. Sistem ini menciptakan lingkungan tumbuh yang lebih terkendali sambil tetap menghasilkan listrik tenaga surya dari lahan yang sama.

Dari sisi ekonomi, manfaatnya juga dianggap kuat. Sektor agrivoltaik disebut sudah berkembang menjadi pasar bernilai lebih dari $20 miliar dan terus tumbuh di berbagai negara.

Untuk lettuce, nilai ekonominya bahkan disebut sekitar empat kali lebih tinggi dibanding nilai listrik yang dihasilkan dari lahan setara. Itu membuat satu bidang lahan bisa berfungsi ganda tanpa harus mengorbankan salah satu hasil utamanya.

Bagi pertanian yang menghadapi cuaca panas dan perubahan iklim, temuan ini memberi arah yang jelas. Naungan dari panel surya tidak hanya membantu menjaga romaine lettuce tetap hidup, tetapi juga menjaga lahan tetap produktif saat suhu musim panas makin sulit diprediksi.

Berita Terkait