Google resmi menghentikan produksi Nest Mini dan Nest Audio setelah memperkenalkan speaker pintar barunya, Google Home Speaker. Keputusan ini menandai peralihan jelas dari lini lama ke generasi penerus yang lebih modern.
Bagi pengguna yang sudah memiliki kedua perangkat itu, kabar tersebut tidak berarti speaker berhenti bekerja. Nest Mini dan Nest Audio tetap dapat dipakai seperti biasa, meski dukungan perangkat lunaknya disebut akan sangat terbatas.
Arah baru Google untuk speaker pintar
Peralihan ini juga memperlihatkan bahwa Google mulai meninggalkan perangkat yang sudah cukup lama tidak mendapat pembaruan besar. Di saat yang sama, perusahaan tampak memusatkan perhatian pada model baru yang diposisikan sebagai penerus utama.
Menurut pernyataan Google kepada Tech Advisor, status penghentian produksi itu bukan dugaan pasar, melainkan keputusan resmi. Artinya, perubahan ini sudah menjadi bagian dari strategi produk Google di segmen speaker pintar.
Apa arti penghentian produksi bagi pengguna lama
Istilah discontinued sering dianggap berarti produk langsung berhenti dipakai, padahal tidak demikian. Dalam kasus Nest Mini dan Nest Audio, penghentian produksi hanya berarti Google tidak lagi membuat unit baru untuk kedua perangkat tersebut.
Pengguna lama tidak perlu terburu-buru mengganti perangkat hanya karena status produksinya berakhir. Fungsi harian yang sudah ada tetap berjalan, tetapi ruang untuk pembaruan software ke depan diperkirakan sangat kecil.
Situasi ini lebih terasa pada masa depan dukungan daripada pada pemakaian saat ini. Selama ini, perangkat masih bisa menjalankan fitur pintar yang sudah tersedia, namun ekspektasi terhadap fitur baru sebaiknya dibuat lebih realistis.
Google Home Speaker menjadi pengganti utama
Google memperkenalkan Google Home Speaker sebagai model baru untuk lini ini, dan perangkat itu langsung dipandang sebagai penerus utama. Kehadirannya memberi sinyal bahwa Google ingin menyederhanakan arah produk speaker pintarnya.
Home Speaker dibekali prosesor quad-core 2.0GHz dengan NPU, RAM 1GB, serta penyimpanan eMMC 4GB. Dari sisi audio, perangkat ini memakai driver full-range 58 mm dan tiga mikrofon far-field.
Google juga menambahkan sakelar mute hardware dua tahap serta kontrol sentuh di bodi speaker. Untuk konektivitas, perangkat ini mendukung Wi‑Fi 6 dan Bluetooth 5.4.
Gemini for Home dan fokus pada rumah pintar
Salah satu pembeda penting pada model baru ini adalah kehadiran Gemini for Home. Fitur tersebut dirancang untuk memudahkan interaksi dengan speaker sekaligus perangkat lain yang terhubung di rumah.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Google tidak hanya memperbarui sisi perangkat keras. Perusahaan juga mendorong speaker sebagai pusat kendali rumah pintar yang lebih cerdas dan lebih mudah diajak berkomunikasi.
Google Home Speaker dijual seharga $100 dan hadir dalam empat pilihan warna. Dengan kehadiran perangkat baru itu, posisi lini speaker Google kini menjadi lebih tegas karena fokus utama telah bergeser ke model terbaru.
Dampak bagi calon pembeli
Bagi pembeli baru, penghentian produksi Nest Mini dan Nest Audio membuat ketersediaan unit baru di pengecer pihak ketiga diperkirakan makin langka. Stok yang tersisa di pasaran bisa menjadi satu-satunya sumber untuk mendapatkan kedua model lama dalam kondisi baru.
Sementara itu, bagi pengguna yang masih merasa cukup dengan Nest Mini atau Nest Audio, belum ada alasan mendesak untuk mengganti perangkat sekarang. Namun, bagi yang ingin membeli speaker pintar Google baru, arah pilihannya sudah jelas mengarah ke Google Home Speaker.
Perubahan ini juga menjelaskan mengapa stok Nest Mini dan Nest Audio dapat habis lebih cepat di toko pihak ketiga. Begitu produksi dihentikan, pasokan baru di pasar akan sangat bergantung pada sisa unit yang masih beredar.
Source: www.androidpolice.com






