Real Madrid masih memegang kendali atas masa depan Nico Paz hingga 30 Juni 2027. Klub Spanyol itu tetap memiliki opsi untuk membawanya pulang dari Como dengan nilai 10 juta euro.
Meski begitu, gelandang Argentina tersebut justru memilih bertahan satu musim lagi di Como. Keputusan itu diambil karena ia ingin melanjutkan perkembangan di Italia dan membutuhkan menit bermain yang lebih pasti.
Menit bermain jadi pertimbangan utama
Di tengah persaingan ketat di skuad Madrid, peluang tampil bagi Nico Paz dinilai belum cukup jelas. Ia disebut lebih memprioritaskan peran yang lebih besar di tim agar progres kariernya sebagai pemain muda elit tidak terhambat.
Situasi di Madrid juga ikut memengaruhi arah keputusan tersebut. Perubahan besar yang terjadi di lingkungan klub membuat skenario kepulangan cepat ke Spanyol tidak lagi dianggap sebagai pilihan paling aman bagi sang pemain.
Como tetap mendapat tenaga penting
Bagi Como, kabar ini menjadi dorongan penting karena Cesc Fábregas akan kembali memiliki Nico Paz pada musim berikutnya. Kehadirannya memberi kesinambungan bagi proyek tim Italia yang terus dibangun secara bertahap.
Keputusan itu juga menunjukkan bahwa Nico Paz menempatkan perkembangan individu di atas kepulangan yang terburu-buru. Untuk sementara, fokusnya adalah mendapatkan ruang bermain yang stabil tanpa keluar dari orbit keputusan Real Madrid.
Madrid tetap punya hak atas keputusan akhir
Jika ada klub lain yang ingin memboyongnya, Real Madrid tetap harus memberi persetujuan. Dalam skema tersebut, Los Blancos juga berhak menerima setengah dari nilai transfer, meski belum ada rencana untuk mengaktifkan opsi itu dalam waktu dekat.
Kepercayaan Madrid terhadap pemain internasional Argentina itu disebut masih tinggi. Namun, kebutuhan tim saat ini membuat klub lebih condong mengandalkan pemain berpengalaman, sejalan dengan arah yang diinginkan Mourinho.
Source: as.com






