Rekaman konser One Ok Rock di Jakarta memperlihatkan satu hal yang paling menonjol dari Samsung Galaxy S26 Ultra: kamera ini masih sanggup menjaga detail saat panggung gelap, jarak jauh, dan cahaya bergerak sangat agresif. Dalam situasi yang biasanya membuat hasil fancam mudah tenggelam, video tetap tampak terang, tajam, dan cukup bersih untuk mengikuti aksi para personel.
Kondisi konser tersebut memang tidak ramah untuk ponsel. Pencahayaan lebih banyak mengandalkan lighting dan laser untuk membangun suasana, bukan sorotan stabil ke tiap pemain, sehingga wajah personel sering tertutup backlight.
Dari tribun belakang, tantangannya makin berat
Pengambilan gambar dilakukan dari tribun CAT 1, pintu 2I, baris 28, nomor kursi 411. Posisi itu berada di area tengah, tetapi termasuk barisan paling belakang, sehingga jarak ke panggung terasa semakin jauh.
Situasinya juga tidak terbantu oleh desain panggung. Tidak ada extended stage, sementara ukuran panggung utama relatif kecil, sehingga Takahiro Moriuchi, Toru Yamashita, Ryota Kohama, dan Tomoya Kanki terlihat lebih jauh dari area tribun.
Di konser seperti ini, kamera sering dipaksa bekerja keras karena subjek kerap hilang di balik cahaya belakang atau efek lampu. Hasil rekaman mudah gelap, pecah, atau dipenuhi noise saat zoom tinggi digunakan.
Nightography jadi pembeda utama
Samsung Galaxy S26 Ultra dipakai untuk merekam konser itu dengan kombinasi mode video biasa dan Pro Video. Zoom yang paling sering digunakan berada di 1x, 2x, 5x, dan 10x, dengan sesekali naik ke 20x meski kemampuan pembesaran perangkat ini mencapai 25x.
Dalam kondisi minim cahaya, hasil rekaman tetap terlihat stabil dan tajam. Wajah para personel masih bisa terbaca di banyak momen, sementara warna lampu panggung tetap hidup tanpa tampak terlalu pecah atau berbintik.
Efek tersebut dikaitkan dengan Nightography, mode malam khas Samsung. Pada Galaxy S26 Ultra, peningkatan perangkat keras kamera membuat kemampuan itu terasa lebih kuat saat dipakai untuk konser malam.
Kamera utama 200 MP kini memakai aperture f/1.4, lebih besar dibanding f/1.7 pada generasi sebelumnya. Bukaan yang lebih besar ini memungkinkan sensor menangkap sekitar 47 persen lebih banyak cahaya, sehingga kamera tidak perlu terlalu agresif menaikkan ISO.
Dampaknya cukup terasa pada video. Noise bisa ditekan, video tampak lebih terang, dan detail penting tidak cepat hilang meski panggung banyak bermain di area gelap.
Zoom jauh tetap bisa diandalkan
Peningkatan lain datang dari kamera telefoto 50 MP. Kamera ini kini memakai aperture f/2.9 dari sebelumnya f/3.4, yang membuatnya mampu menangkap sekitar 37 persen lebih banyak cahaya.
Tambahan cahaya itu penting saat penonton duduk jauh dari panggung dan harus mengandalkan zoom tinggi. Pada skenario seperti tribun belakang di konser One Ok Rock, video masih terlihat terang dan detail tidak langsung jatuh drastis.
Kamera telefoto menjadi andalan untuk mendekatkan wajah penampil tanpa membuat kualitas cepat turun. Ini relevan untuk perekaman konser yang tidak memberi sudut dekat ke panggung.
Dynamic range kamera juga terasa lebih luas. Area terang seperti lampu panggung dan efek laser tidak mudah overexposed, sementara bagian gelap masih menyisakan detail yang cukup.
Kombinasi itu membuat hasil rekaman terasa lebih seimbang di kondisi cahaya yang kontras. Kamera tidak hanya mengejar terang, tetapi juga menjaga agar bagian terang tidak langsung “meledak” saat lampu panggung menyala ekstrem.
Manfaat Nightography pada Galaxy S26 Ultra paling jelas untuk penonton yang duduk jauh atau tidak mendapat spotlight ideal. Saat lighting sengaja dibuat gelap, laser bergerak agresif, dan jarak tribun memaksa kamera bekerja keras, hasil rekaman tetap bisa dipakai.
Cuplikan itu juga terlihat dalam video fancam lagu “C.U.R.I.O.S.I.T.Y” pada resolusi 4K atau 2160p60. KompasTekno turut menampilkan cuplikan lain yang direkam langsung di konser One Ok Rock Detox in Asia di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, menggunakan Samsung Galaxy S26 Ultra.
Source: tekno.kompas.com






