Nilai Rapor Jadi Syarat Turnamen, Garena Tekankan Batas Waktu Gim

Garena memasukkan nilai rapor sebagai salah satu syarat bagi pelajar yang ingin mengikuti Garena Youth Championship Free Fire. Ketentuan itu menegaskan bahwa minat terhadap kompetisi gim perlu tetap berjalan bersama tanggung jawab akademik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang lebih luas untuk mendorong kebiasaan bermain gim secara sehat, positif, dan bertanggung jawab. Garena bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia mengingatkan bahwa pencapaian di gim tidak boleh menggeser waktu belajar dan istirahat.

Head of Business Development, Esports & Community Garena Indonesia, Wijaya Nugroho, menekankan bahwa arti permainan yang baik tidak terbatas pada hasil pertandingan. “Good Game buat kami bukan cuma soal menang atau push rank. Good Game juga berarti tahu kapan bermain, kapan belajar, kapan istirahat, dan bagaimana tetap bertanggung jawab di sekolah maupun di rumah,” kata Wijaya.

Aturan Bermain Perlu Dukungan Lingkungan

Pesan pengaturan waktu ini dibawa dalam program Garena Good Game di Sekolah di SMA Marsudirini Bekasi pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan bertema “Ayo Jadi Good Gamers dan Good Students! Bermain Gim dengan Sehat, Positif, dan Bertanggung Jawab” itu dihadiri sekitar 350 siswa, orang tua atau wali, guru, serta tenaga pengajar.

Garena dan Komdigi menempatkan keluarga serta sekolah sebagai pihak penting dalam pembentukan kebiasaan bermain yang sehat. Pelajar diajak memahami risiko penggunaan gim berlebihan sekaligus menjaga prioritas terhadap kegiatan akademik dan aktivitas sehari-hari.

Kepala SMA Marsudirini Bekasi, Hubertus Nugroho Sudjatmiko, menilai pesan tersebut sejalan dengan pembentukan siswa yang berprestasi dan berkarakter. Menurutnya, minat terhadap gim harus disertai disiplin, etika, prioritas, dan tanggung jawab sebagai pelajar.

InisiatifFokusSasaran
Garena Good GameKeseimbangan bermain, belajar, dan istirahatPelajar, orang tua, dan guru
DARA KomdigiEdukasi, asesmen awal, dan konsultasiKeluarga
GYC Free FireNilai rapor sebagai syarat turnamenPelajar

Pendampingan Keluarga Melalui DARA

Komdigi juga memperkenalkan DARA Komdigi, layanan edukasi, bimbingan, dan konsultasi terkait adiksi gim bagi keluarga. Layanan ini menyediakan akses edukasi mandiri, asesmen awal, serta konsultasi dengan tenaga ahli apabila dibutuhkan.

Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Komdigi RI, Tita Ayudya Surya, menyatakan pendampingan menjadi pilihan yang lebih konstruktif dibanding larangan tanpa pemahaman. “Melalui DARA, kami ingin membantu keluarga memiliki akses informasi dan pendampingan yang lebih mudah,” ujar Tita.

Psikolog Klinis Anak dan Remaja Mischa Indah Mariska menyebut gim daring sebagai bentuk hiburan yang dekat dengan kehidupan anak dan remaja di era digital. Namun, ia menilai penggunaan gim tetap memerlukan pendampingan orang dewasa serta batasan yang jelas sesuai usia anak.

Mischa menekankan bahwa bermain gim tidak seharusnya langsung dipandang sebagai aktivitas negatif. Aturan yang disepakati bersama dapat membantu anak memahami tanggung jawab tanpa mengabaikan minatnya terhadap gim.

Fitur Perlindungan bagi Pemain

Selain edukasi di sekolah, Garena menyiapkan sejumlah fitur untuk mendukung pengalaman bermain yang lebih aman. Upaya tersebut meliputi moderasi obrolan, filter kata kasar, sistem pelaporan, layanan dukungan pemain selama 24 jam, dan halaman tanya jawab bagi orang tua.

Perusahaan juga menjalankan kampanye dalam gim, antara lain Mabar Tau Waktu dan Mabar Bawa Berkah. Kedua kampanye itu mengajak pemain menyeimbangkan waktu bermain dengan aktivitas positif di luar gim.

Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, ahli, dan industri dipandang penting untuk menjangkau lebih banyak pelajar. Pengelolaan waktu bermain pada akhirnya bukan hanya menjadi urusan pemain, melainkan juga membutuhkan komunikasi keluarga dan aturan yang konsisten.

Berita Terkait