Mario Kart Tour dipastikan berhenti total pada Kamis malam, 29 September 2026. Nintendo juga menegaskan tidak ada rencana merilis versi offline, sehingga gim balap mobile itu benar-benar akan berakhir setelah sempat hadir sejak 2019.
Keputusan tersebut membuat salah satu andalan Nintendo di perangkat seluler tamat sepenuhnya. Setelah pembaruan konten dihentikan pada 2023, layanan di dalam gim itu kini ikut ditutup bertahap sebelum penghentian total.
Layanan dalam gim ikut berubah sebelum penutupan
Salah satu perubahan paling terasa adalah Gold Pass. Biaya langganan itu tidak lagi dikenakan, dan seluruh pemain mendapat manfaat Gold Pass secara gratis mulai 4 Agustus 2026.
Selain itu, Ruby juga tidak bisa dibeli lagi mulai minggu ini. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Nintendo memang sedang mengarah ke penutupan penuh, bukan sekadar membatasi aktivitas gim.
iPhone Fold disiapkan bersama iPhone 18 Pro
Di sisi lain, Apple justru disebut sedang menyiapkan langkah besar berikutnya lewat iPhone Fold. Perangkat lipat itu diperkirakan meluncur pada musim gugur, tepatnya September 2026, bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Informasi tersebut datang dari unggahan analis TF Securities Ming-Chi Kuo di X, yang kemudian dikutip Apple Insider dan dilaporkan www.liputan6.com. Menurut Kuo, jadwal peluncuran itu masih menyimpan ketidakpastian karena rantai pasokan memberi sinyal stok awal mungkin belum tersedia segera setelah pengenalan perangkat.
Kuo bahkan membandingkan situasi ini dengan peluncuran iPhone X, ketika pre-order baru dibuka beberapa waktu setelah produk diperkenalkan. Pola yang sama dinilai bisa terjadi pada iPhone Fold jika produksi belum siap mengikuti jadwal rilis.
| Perangkat | Waktu Rilis | Perkiraan Produksi |
|---|---|---|
| iPhone Fold | September 2026 | 7–8 juta unit pada paruh kedua 2026 |
| iPhone Fold | Kuartal ketiga 2026 | 500 ribu–1 juta unit |
| iPhone 18 Pro dan Pro Max | September 2026 | Sekitar 20 juta unit |
Dalam proyeksi yang sama, rantai pasok menargetkan produksi iPhone Fold sekitar 7 sampai 8 juta unit pada paruh kedua 2026. Untuk kuartal ketiga, jumlahnya disebut baru berada di kisaran 500 ribu sampai 1 juta unit.
Jika hitungan itu tepat, iPhone Fold akan langsung masuk kategori produk penting Apple, tetapi dengan pasokan yang lebih terbatas dibandingkan lini Pro. Perbandingan produksi itu juga memperlihatkan bahwa Apple masih berhati-hati saat menyiapkan perangkat lipat pertamanya.
MagSafe di Samsung tetap hanya alternatif
Topik lain yang ikut menarik perhatian adalah penggunaan aksesori MagSafe di ponsel Samsung Galaxy. Teknologi itu milik Apple dan tidak didukung resmi di perangkat Samsung, tetapi efek serupa tetap bisa dicapai lewat casing dengan cincin magnet atau ring magnet khusus.
Dengan tambahan itu, aksesori seperti charger, dompet, dan phone holder bisa menempel di bagian belakang ponsel atau casing. Meski demikian, pengalaman penggunaannya tidak semulus di iPhone karena solusi tersebut tetap bersifat alternatif.
| Topik | Status | Catatan |
|---|---|---|
| MagSafe di Samsung | Tidak didukung resmi | Bisa ditiru dengan casing atau ring magnet |
| Aksesori magnetik | Bisa dipakai | Charger, dompet, dan phone holder dapat menempel |
| Pengalaman penggunaan | Alternatif | Tidak semulus di iPhone |
Rangkaian kabar ini memperlihatkan dua arah besar di industri teknologi dan gim: satu layanan lama ditutup permanen, sementara produk baru masih disiapkan dengan hati-hati. Di tengah itu, aksesori lintas ekosistem tetap mencari ruang penggunaan meski tanpa dukungan resmi penuh.
<<<wamf_content_html_pykxwa53>>>
Source: www.liputan6.com






