Nio Inc sedang menyiapkan langkah yang berpotensi mengubah akses pendanaannya di Hong Kong. Perusahaan kendaraan listrik itu ingin mengubah status pencatatan dari secondary listing menjadi primary listing agar bisa masuk ke Stock Connect.
Bila rencana itu berhasil, saham Nio di Hong Kong akan lebih mudah dijangkau investor daratan China. Selama ini, status secondary listing membuat Nio belum memenuhi syarat untuk masuk ke skema tersebut.
Persaingan dengan Xpeng dan Li Auto
Langkah Nio ini juga berkaitan langsung dengan posisi para pesaingnya. Xpeng dan Li Auto sama-sama tercatat di Hong Kong melalui dual primary listing, dan keduanya sudah masuk Stock Connect.
Dengan status itu, dua rival domestik Nio tersebut memperoleh aliran dana southbound dari investor mainland. Kondisi ini sekaligus memperluas basis pemegang saham mereka di pasar Hong Kong.
Manfaat yang dibidik Nio
Primary listing tidak hanya membuka jalur ke investor daratan, tetapi juga memberi ruang yang lebih besar untuk mengurangi ketergantungan pada status listing lain. Bagi Nio, ini penting karena perusahaan selama ini masih terkait dengan status pencatatan di Amerika Serikat.
Contoh serupa pernah dilakukan Alibaba. Perusahaan itu lebih dulu kembali ke Hong Kong melalui secondary listing, lalu mengubah Hong Kong menjadi primary listing venue pada Agustus 2024 dan ikut masuk Stock Connect.
Akses ke Stock Connect sendiri tetap memiliki batas. Hanya investor daratan dengan aset akun sekuritas di atas 500.000 yuan yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi.
Rencana yang dibahas di rapat pemegang saham
Rencana perubahan status itu disampaikan manajemen Nio dalam rapat pemegang saham 2026 pada Rabu, menurut catatan pertemuan yang dibagikan oleh beberapa otomotif blogger yang mengaku hadir. Mereka menyebut perusahaan sudah berbicara dengan regulator Hong Kong sambil mempertahankan struktur tata kelola berbasis pengguna yang ada sekarang.
Di rapat yang sama, manajemen juga menyampaikan pandangan soal valuasi. Mereka menilai nilai pasar tidak banyak bergantung pada hal yang bisa dikendalikan perusahaan, dan waktu maupun level valuasi bukan sesuatu yang bisa diatur.
Saat ini, kapitalisasi pasar Nio berada di sekitar 12,8 miliar dolar AS. Angka itu dekat dengan Li Auto yang bernilai 12,9 miliar dolar AS, dan sedikit di atas Xpeng yang bernilai 12,2 miliar dolar AS.
Fokus biaya, riset, dan bisnis energi
Di sisi operasional, Nio tetap menahan belanja dengan lebih ketat. Pada 2025, perusahaan memang memangkas 10.000 karyawan dibanding 2024, dan skala tenaga kerja riset dan pengembangan ikut menyusut.
Meski begitu, investasi pada riset dan pengembangan dasar tetap dipertahankan. Pemangkasan biaya lebih banyak dilakukan di lapisan aplikasi, sementara semua proyek diperingkat ketat berdasarkan pengembalian investasi.
Untuk bisnis baterai, pengadaan baterai Nio tahun ini sudah melampaui 30 miliar yuan. Manajemen memperkirakan angka itu akan naik lagi tahun depan dan bisa mencapai 50 miliar yuan dalam dua tahun.
Di bisnis battery swap, perusahaan menyebut margin kotor bisnis energi telah mencapai 20% sejak kuartal pertama. Fasilitas battery swap gratis untuk pengguna awal masih menimbulkan kerugian tahunan sekitar 1 miliar yuan, tetapi beban itu disebut terus menyusut.
Nio juga menilai keunggulan kompetitif model BaaS atau battery as a service belum sepenuhnya terlihat. Perusahaan melihat standardisasi baterai yang lebih seragam dan peluncuran baterai berumur panjang dapat mendorong konsensus baru di industri.
Untuk ekspansi luar negeri, manajemen menegaskan pasar China tetap menjadi fokus selama periode 2025-2028. Mereka menilai pasar luar negeri juga sangat kompetitif dan bukan lahan kosong yang mudah dimasuki.
Source: cnevpost.com






