Nio tetap memasang target pertumbuhan penjualan tahunan 40% hingga 50% pada tahun ini, meski pasar otomotif China tengah berada dalam tekanan berat. William Li menegaskan perusahaan masih melihat ruang tumbuh yang jauh lebih cepat dibanding industri secara keseluruhan.
Pada saat yang sama, Li memperingatkan bahwa penjualan ritel domestik di pasar otomotif China berpotensi turun 15% hingga 20% sepanjang tahun ini. Kontras itu memperlihatkan betapa tajam perbedaan antara kondisi industri dan ambisi yang masih dijaga Nio.
Pasar China makin berat di tengah persaingan yang ketat
Li menyampaikan pandangan tersebut dalam China Auto Chongqing Summit pada 13 Juni. Ia menilai industri otomotif China telah bergeser dari fase pertumbuhan tambahan menuju pasar yang mulai jenuh dan lebih banyak digerakkan kebutuhan penggantian kendaraan.
Menurut Li, harapan akan adanya pemulihan cepat penjualan sebaiknya segera ditinggalkan. Dalam lima bulan pertama tahun ini, pasar ritel mobil domestik tercatat turun 19,5% secara tahunan.
Tekanan itu bahkan belum mereda pada awal Juni. Li mengatakan penurunan pada beberapa hari pertama bulan itu sudah melampaui 22%.
Ia menggambarkan situasi industri seperti maraton di jalan berlumpur, yang menuntut daya tahan dan kemampuan dasar yang kuat. Dalam pandangannya, tidak ada jalan pintas untuk menang cepat, sehingga transformasi operasi di seluruh lini menjadi kunci.
Strategi multi-merek mulai membantu Nio
Di tengah pasar yang lesu, Nio justru melihat hasil dari strategi multi-merek yang dijalankan selama ini. Selain merek utama Nio, perusahaan mengandalkan sub-merek mass market Onvo dan merek premium kompak Firefly.
Firefly disebut telah melampaui gabungan penjualan Mini dan Smart di segmen mobil kompak premium. Sejak diluncurkan, model ini juga hampir selalu menjadi pemimpin penjualan di kelasnya.
Permintaan terhadap Firefly bahkan masih sedikit lebih tinggi daripada pasokan sejak pengiriman dimulai pada April lalu. Artinya, pembeli yang memesan sekarang masih harus menunggu pengiriman.
Di segmen lain, SUV andalan ES8 disebut telah menjadi juara penjualan di kelas large SUV selama enam bulan berturut-turut. Model Onvo L90 dan L60 juga menarik permintaan yang kuat dan ikut memperluas pangsa pasar perusahaan dengan cepat.
Pengiriman dan laba menunjukkan momentum bisnis
Momentum Nio juga terlihat dari angka pengiriman kendaraan baru. Sepanjang Januari hingga Mei, perusahaan mengirimkan total 150.526 unit, naik 68,70% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi keuntungan operasional, Nio juga sudah melewati titik penting. Perusahaan mencatat laba operasional 1,25 miliar yuan pada kuartal keempat tahun lalu, lalu tetap membukukan laba operasional 68 juta yuan pada kuartal pertama tahun ini.
Li menilai pencapaian itu menjadi landasan bagi target pertumbuhan yang tetap agresif. Target 40% hingga 50% yang dipertahankan Nio menunjukkan keyakinan bahwa perusahaan masih bisa bergerak lebih cepat dari pasar yang sedang melemah.
Investasi besar tetap menjadi penopang
Selama 11 tahun terakhir, akumulasi investasi riset dan pengembangan Nio telah melampaui 68,8 miliar yuan. Selain itu, investasi perusahaan di infrastruktur seperti jaringan pengisian daya dan battery swap juga sudah menembus lebih dari 20 miliar yuan.
Bagi Li, dua fondasi itu menjadi pembeda utama dalam persaingan yang semakin keras. Di saat industri dipaksa berlari di medan yang sulit, Nio memilih bertahan dengan kekuatan teknologi dan ekosistem layanan yang lebih luas.
Li juga menyoroti cepatnya adopsi kendaraan listrik murni di China. Pada Mei, tingkat penetrasi NEV di pasar ritel mencapai 62,9%, sementara penetrasi mobil listrik murni di pasar powertrain keseluruhan naik menjadi 42,2%.
Ia menilai pergeseran ke kendaraan listrik murni sudah tidak bisa dibalikkan lagi. Pengalaman penggunaan juga disebut semakin membaik seiring meluasnya infrastruktur pengisian daya dan battery swap di China.
Source: cnevpost.com






