Timnas Indonesia U-19 masih membutuhkan lebih banyak laga uji coba sebelum tampil di kualifikasi Piala Asia U20 di Laos pada akhir Agustus. Nova Arianto menilai kebutuhan itu penting karena timnya masih memerlukan tambahan jam terbang untuk menghadapi tekanan pertandingan yang lebih nyata.
Pelatih Timnas Indonesia U-19 itu menyebut pengalaman bertanding akan membantu para pemain membaca permainan lawan dan mengambil keputusan dengan lebih cepat. Ia juga melihat uji coba sebagai sarana untuk memperkuat saling pengertian antarpemain di lapangan.
Fisik dan pengambilan keputusan belum maksimal
Selain soal pengalaman, Nova menyoroti kondisi fisik pemain yang belum berada pada level terbaik. Menurut dia, aspek tersebut sangat berpengaruh terhadap daya tahan dan kualitas permainan tim secara keseluruhan.
Ia juga menilai konsistensi permainan masih perlu dibenahi. Dalam pengamatannya, para pemain masih terlalu lama mengambil keputusan sehingga mudah terbaca oleh lawan.
“Demikian juga halnya dengan performa yang belum konsisten. Anak-anak masih terlalu lama untuk mengambil keputusan, sehingga terbaca lawan,” ujarnya.
Evaluasi atas sejumlah kekurangan itu akan dilakukan bersama PSSI dan pelatih timnas senior. Langkah tersebut diharapkan bisa membantu tim menemukan solusi yang lebih terarah menjelang agenda resmi berikutnya.
Modal mental sudah membaik
Di tengah catatan teknis tersebut, Nova melihat ada perkembangan positif pada mental pemain. Ia menyebut para pemain sudah menunjukkan kemajuan dan modal itu perlu dijaga agar terus berkembang.
“Mental pemain sudah banyak kemajuan dan kami harapkan itu bisa terus ditingkatkan hingga kita benar-benar siap nanti menjalani kualifikasi Piala Asia,” kata Nova.
Persiapan Timnas U-19 kini tidak hanya bertumpu pada mental. Pembenahan teknik, taktik, dan fisik juga masih harus dimatangkan agar tim bisa tampil lebih solid saat laga penting dimulai.
Hasil di Piala AFF U-19 sebelumnya memberi banyak pelajaran bagi tim, terutama terkait kesiapan menghadapi lawan dengan intensitas tinggi. Indonesia menutup turnamen itu di posisi ketiga setelah mengalahkan Kamboja 1-0, sementara gelar juara direbut Australia usai menang 2-0 atas Thailand di final.
Source: mediaindonesia.com






