Odyssey Tinggalkan Jepang, Honda Siapkan SUV Besar untuk Mengambil Alih

Author: Redaksi Android62

Honda disebut akan menghentikan penjualan Odyssey di Jepang paling lambat pada 31 Maret 2027. Keputusan itu menandai berakhirnya perjalanan salah satu MPV paling berpengaruh di pasar domestik Jepang setelah lebih dari tiga dekade hadir.

Langkah tersebut juga menunjukkan betapa kuatnya pergeseran pasar saat ini. Minat konsumen di Jepang semakin condong ke SUV dan crossover, sementara ruang untuk MPV besar terus menyempit.

SUV Besar Disiapkan Sebagai Pengganti

Menurut laporan media setempat, penghentian Odyssey berkaitan dengan restrukturisasi lini produk Honda di pasar domestik. Pabrikan itu disebut sedang menyiapkan SUV berukuran besar untuk mengisi posisi yang selama ini ditempati Odyssey.

Arah itu sejalan dengan strategi banyak produsen yang menyesuaikan produk mereka terhadap selera baru konsumen. Model bertubuh lebih tinggi dan serbaguna kini dinilai lebih menarik dibanding minivan besar yang dulu menjadi andalan keluarga.

Model yang Pernah Membentuk Pasar MPV Jepang

Odyssey pertama kali diperkenalkan pada 1994 dan cepat dikenal lewat konsep low-floor design. Desain lantai rendah itu memudahkan akses ke kabin dan memberi karakter berkendara yang lebih dekat dengan mobil penumpang.

Formula tersebut membantu Odyssey meraih popularitas besar dan ikut mendorong pertumbuhan pasar MPV di Jepang. Pengaruhnya tidak hanya terasa di dalam negeri, tetapi juga di beberapa negara lain, termasuk Indonesia.

Informasi Utama Detail
Awal penjualan 1994
Konsep utama Low-floor design
Batas akhir penjualan di Jepang 31 Maret 2027
Status terakhir di Jepang Model impor dari Cina sejak 2023

Perjalanan yang Sempat Terhenti Lalu Hidup Lagi

Perjalanan Odyssey dalam beberapa tahun terakhir tidak selalu mulus. Honda sempat menghentikan produksinya pada 2021 setelah penutupan pabrik Sayama di Jepang.

Namun, permintaan dari pelanggan dan jaringan dealer membuat model ini kembali dijual pada 2023. Saat itu, Odyssey hadir dengan status impor dari Cina dan menunjukkan bahwa nama besarnya masih memiliki basis peminat.

Meski begitu, kembalinya Odyssey tampaknya tidak cukup untuk menahan tekanan pasar yang semakin berat bagi MPV tradisional. Posisi model ini sudah jauh berbeda dibanding masa kejayaannya ketika menjadi salah satu pilihan utama keluarga Jepang.

Jika penjualan benar-benar berakhir sesuai jadwal, Honda akan menutup satu bab penting dalam sejarah otomotif domestik. Odyssey akan dikenang sebagai model yang pernah menjadi pelopor, lalu akhirnya tersisih ketika pasar beralih kuat ke SUV.

Source: kabaroto.com
Berita Terbaru