Omzet Seragam Sekolah di Tulungagung Belum Pulih, Belanja Orang Tua Masih Serba Hemat

Permintaan seragam sekolah di Kabupaten Tulungagung mulai naik menjelang berakhirnya masa libur dan masuk tahun ajaran baru 2026/2027. Namun, lonjakan pembeli itu belum cukup mengangkat omzet pedagang ke level yang sama seperti tahun lalu.

Di Toko Seragam Lancar Jaya Tulungagung, minat belanja disebut mulai terasa dalam sepekan terakhir. Moh Fahrudin mengatakan pembeli datang untuk menyiapkan kebutuhan siswa SD, SMP, hingga SMA.

Seragam SD Menjadi Paling Banyak Dicari

Dari seluruh jenis seragam, seragam sekolah dasar menjadi yang paling menonjol. Fahrudin menyebut penjualan seragam SD kini mencapai 60 hingga 70 pasang per hari, jauh di atas kondisi normal yang hanya berkisar 10 hingga 15 pasang per hari.

Kenaikan pada seragam SMP dan SMA juga terlihat, meski tidak sebesar SD. Menurut Fahrudin, penjualannya naik sekitar 40 persen hingga 50 persen, karena sebagian keluarga masih memanfaatkan seragam bekas milik kakak atau saudara.

Jenis SeragamPenjualan NormalPenjualan Saat Ramai
SD10 hingga 15 pasang per hari60 hingga 70 pasang per hari
SMP dan SMATidak disebutkanNaik 40 persen hingga 50 persen

Omzet Masih Tertahan Dibandingkan Tahun Lalu

Meski transaksi mulai bergerak, omzet kotor yang diterima pedagang belum kembali seperti sebelumnya. Fahrudin menyebut omzet menjelang tahun ajaran baru saat ini berada di kisaran Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Angka itu masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu, ketika omzet kotor bisa mencapai Rp25 juta hingga Rp30 juta. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan jumlah pembeli belum sepenuhnya berubah menjadi pemulihan pendapatan.

Fahrudin menilai daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang menahan laju belanja. Banyak orang tua kini membeli seperlunya, bahkan hanya mengambil bagian tertentu dari seragam, atau memilih pakaian bekas yang masih layak dipakai.

Pola belanja yang lebih hati-hati membuat musim masuk sekolah tetap memberi pergerakan bagi pedagang seragam di Tulungagung. Tetapi, geliat itu belum cukup kuat untuk mendorong omzet kembali setara dengan capaian tahun lalu.

Source: jatim.antaranews.com
Berita Terkait