Pembaruan One UI 8.5 mulai menjangkau Galaxy Z Fold 5 dan Galaxy Z Flip 5 di pasar global, setelah sebelumnya lebih dulu hadir di Korea. Bagi pengguna dua foldable ini, kabar tersebut penting karena update ini justru menyentuh area yang paling terasa dalam pemakaian harian.
Samsung terlihat tidak menjadikan One UI 8.5 sebagai pembaruan yang sekadar mengubah tampilan. Fokusnya ada pada penyempurnaan pengalaman pakai, terutama di performa, animasi, multitasking, dan stabilitas sistem pada perangkat lipat.
Distribusi masih bertahap
Samsung mendistribusikan pembaruan ini secara bertahap ke berbagai wilayah. Artinya, tidak semua pengguna Galaxy Z Fold 5 dan Galaxy Z Flip 5 akan menerima notifikasi di waktu yang sama.
Sebagian pengguna sudah mulai melihat pembaruan, sementara yang lain masih harus menunggu beberapa hari. Di AS dan sejumlah wilayah lain, update ini disebut akan hadir dalam waktu dekat, sehingga waktu kemunculannya bisa berbeda meski model perangkatnya sama.
Bagi pengguna yang belum mendapat pemberitahuan, cara paling mudah adalah membuka menu Pengaturan, lalu Pembaruan perangkat lunak, kemudian unduh dan instal. Jika belum muncul, kemungkinan gelombang distribusinya memang belum sampai ke wilayah tersebut.
Penanda firmware yang bisa dicek
One UI 8.5 pada dua foldable ini dapat dikenali dari firmware yang berakhiran GZE2 atau GZE3. Namun, versi build bisa berbeda tergantung model dan wilayah pemasaran.
Ada penanda lain yang juga membantu. Karakter keempat dari belakang akan menggunakan huruf G, yang menandakan rilis besar One UI, sedangkan pada One UI 8.0 sebelumnya penandanya adalah huruf F.
Penyempurnaan terasa di penggunaan harian
Samsung menempatkan peningkatan performa sebagai salah satu fokus utama dalam update ini. Animasi sistem disebut menjadi lebih mulus, sementara respons antarmuka juga dibuat lebih cepat untuk mendukung penggunaan sehari-hari.
Hal yang paling relevan bagi pengguna foldable ada pada multitasking. Fluiditas saat berpindah aplikasi, penggunaan layar terbagi, dan respons pada jendela mengambang ikut ditingkatkan agar layar besar Fold 5 dan Flip 5 terasa lebih optimal.
Mode split-screen juga disebut lebih stabil setelah pembaruan ini. Pada perangkat lipat, perbaikan seperti ini penting karena banyak pengguna mengandalkan dua aplikasi sekaligus untuk kerja maupun aktivitas harian.
Perangkat lama terasa makin matang
One UI 8.5 memberi kesan bahwa foldable generasi sebelumnya masih terus diperhatikan Samsung lewat pembaruan software. Tidak hanya soal kelancaran berpindah antar-aplikasi, tetapi juga soal efisiensi baterai dan stabilitas sistem secara keseluruhan.
Dengan pembaruan ini, Galaxy Z Fold 5 dan Galaxy Z Flip 5 disebut terasa lebih matang saat dipakai. Respons sistem yang lebih halus dan perilaku layar terbagi yang lebih stabil membuat pengalaman di perangkat lipat lama tetap relevan di tengah cepatnya siklus produk baru.
Ada tambahan Galaxy AI
Selain penyempurnaan sistem, pembaruan ini juga membawa sejumlah fitur Galaxy AI yang lebih baru. Fitur-fitur tersebut sebelumnya lebih dulu hadir di lini Galaxy S26.
Meski detail fitur AI yang ikut dibawa tidak dijabarkan satu per satu, kehadirannya menunjukkan Samsung masih memperluas kemampuan perangkat lama lewat jalur software. Bagi pengguna Fold 5 dan Flip 5, hal ini memperpanjang umur pakai perangkat tanpa perlu langsung beralih ke model terbaru.
Pada akhirnya, One UI 8.5 memberi sinyal bahwa Galaxy Z Fold 5 dan Galaxy Z Flip 5 masih masuk dalam perhatian utama Samsung. Fokus pada multitasking, stabilitas split-screen, efisiensi baterai, dan Galaxy AI membuat dua foldable ini terasa semakin siap untuk pemakaian harian yang lebih nyaman.
Source: sammyguru.com






