Operasi penggantian lutut kini tidak lagi hanya soal mengganti sendi yang rusak. Di sejumlah layanan ortopedi modern, prosedur ini mulai memanfaatkan navigasi robotik untuk membantu dokter mencapai hasil yang lebih presisi, stabil, dan terpersonalisasi sesuai anatomi pasien.
Perubahan itu menjadi sorotan karena teknologi robotik disebut dapat mengurangi pemotongan jaringan otot, menekan perdarahan, dan mempercepat pemulihan. Pada saat yang sama, dokter juga mendapat data objektif tentang tension ligamen selama operasi, sehingga hasil tindakan bisa lebih terukur.
Ketika nyeri lutut sudah membatasi aktivitas harian
Banyak pasien mempertimbangkan knee replacement saat nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi lutut sudah mengganggu kegiatan sehari-hari. Tindakan ini dikenal sebagai artroplasti lutut, yakni penggantian bagian sendi lutut yang rusak dengan komponen logam dan plastik.
Tujuan utamanya adalah mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi lutut. Sebelum menentukan kebutuhan operasi, dokter biasanya menilai rentang gerak, stabilitas lutut, kekuatan otot di sekitarnya, dan hasil sinar-X.
Penyebab paling umum dan jenis tindakannya
Artritis lutut menjadi penyebab paling sering yang mendorong seseorang menjalani operasi penggantian lutut. Kondisi ini membuat sendi lutut rusak bertahap hingga memunculkan nyeri dan keterbatasan gerak yang makin berat.
Dalam kasus yang lebih jarang, tindakan ini juga dapat disarankan pada artritis pasca-trauma. Kondisi tersebut bisa muncul setelah patah tulang di area sendi lutut dan memicu kerusakan lanjutan pada sendi.
| Jenis Prosedur | Bagian yang Diganti | Kondisi Umum |
|---|---|---|
| Penggantian lutut total atau TKR/TKA | Tiga bagian sendi lutut, termasuk sisi dalam, sisi luar, dan bagian bawah tempurung lutut | Kerusakan lebih luas pada sendi |
| Penggantian lutut parsial atau PKR | Bagian sendi yang rusak saja | Kerusakan terbatas pada satu atau dua area |
Pada penggantian lutut total, dokter mengganti tiga bagian sendi lutut sekaligus. Sementara itu, penggantian lutut parsial hanya dilakukan jika kerusakan masih terbatas pada area tertentu, dan tindakan ini lebih sering dijumpai pada orang dewasa muda yang mengalami cedera atau trauma.
Bagaimana dokter menilai kelayakan operasi
Sebelum tindakan dilakukan, pemeriksaan fisik dan pencitraan menjadi dasar penilaian dokter. Gerak lutut, kestabilan sendi, kekuatan otot sekitar lutut, dan sinar-X dipakai untuk melihat sejauh mana kerusakan sudah terjadi.
Dari hasil itu, dokter menimbang apakah manfaat penggantian lutut lebih besar dibanding perawatan lain. Operasi biasanya dipilih ketika penanganan lain tidak lagi memberi perbaikan yang cukup.
Teknologi robotik yang mengubah cara operasi dilakukan
Pada metode konvensional, operasi penggantian lutut masih mengandalkan instrumen manual untuk menentukan sudut pemotongan tulang. Cara itu dinilai belum sepenuhnya mampu membaca sudut secara sangat akurat dan belum memberi personalisasi penuh terhadap bentuk tulang setiap pasien.
Kini, sistem seperti Robotic Assisted Arthroplasty CORI mulai digunakan untuk meningkatkan presisi. Teknologi ini memakai navigasi untuk memetakan anatomi lutut pasien dalam bentuk 3D secara real-time di ruang operasi.
Menariknya, sistem tersebut disebut tidak memerlukan CT scan sebelumnya. Dokter kemudian dibantu menentukan ukuran dan posisi implan yang paling sesuai dengan bentuk alami tulang pasien.
Manfaat yang dirasakan pada tindakan dan pemulihan
Teknologi robotik pada penggantian lutut diklaim membuat proses lebih modern, aman, presisi, dan minim nyeri. Pemulihan pasien juga disebut dapat berlangsung lebih cepat dibanding pendekatan konvensional.
Dengan pemetaan tulang 3D, dokter dapat menyusun rencana ukuran dan penempatan implan, lalu mensimulasikan sudut pemotongan tulang secara lebih akurat. Hasilnya, tindakan menjadi lebih terukur dan lebih sesuai dengan anatomi pasien.
Rosmiaty Tio, Sales Director Advance Treatment Tawada Healthcare, menjelaskan bahwa teknologi tersebut membantu pada kasus nyeri lutut akibat osteoarthritis, cedera sendi, dan kebutuhan Total Knee Replacement. Ia juga menyebut sistem itu dapat meningkatkan akurasi pemasangan implan dan menekan risiko revisi tindakan dibanding metode konvensional.
Dengan navigasi robotik, pemotongan jaringan otot dapat dibuat lebih sedikit. Kondisi ini berpotensi membuat perdarahan lebih minimal dan menjaga stabilitas hasil operasi karena pelepasan ligamen juga lebih minimal.
Peran dokter ortopedi dalam layanan ini
Operasi penggantian lutut dengan bantuan robotik dilakukan oleh dokter ortopedi, terutama spesialis panggul dan lutut. Dalam praktik yang dijelaskan dalam laporan tersebut, teknologi ini menjadi bagian penting dari layanan ortopedi modern karena memberi presisi yang lebih baik.
Dokter spesialis ortopedi Siloam Hospitals Bali, dr. Erwin Saspraditya, BMed, Sci, Sp.OT (K), menilai CORI membantu membuat proses operasi lebih presisi. Ia juga menyoroti kemungkinan pemotongan otot yang lebih sedikit, perdarahan yang lebih minimal, dan hasil pemulihan yang lebih cepat bagi pasien.
Dengan perkembangan itu, operasi penggantian lutut kini menempatkan ketepatan ukuran implan, stabilitas sendi, dan personalisasi tindakan sebagai bagian penting dari hasil akhir. Bagi pasien, pendekatan ini memberi harapan pada pemulihan yang lebih cepat dan prosedur yang lebih terukur.
Source: lifestyle.bisnis.com






