Ora 6 Makin Serius, EV Retro GWM Ini Punya Tenaga Lebih Besar dari Sebelumnya

GWM membuat Ora 6 tampil lebih serius dari sekadar mobil listrik bergaya retro. Model yang sebelumnya dikenal sebagai Ora Ballet Cat ini kini dibekali motor listrik bertenaga maksimum 201 dk atau 150 kW, naik dari sekitar 169 dk pada versi awal.

Peningkatan itu ikut diiringi kecepatan puncak yang disebut mencapai 180 km/jam. Dengan pembaruan tersebut, Ora 6 tidak lagi hanya mengandalkan tampilan yang unik, tetapi juga menawarkan performa yang lebih meyakinkan untuk penggunaan harian.

Desain Klasik yang Tetap Menjadi Daya Tarik Utama

Secara visual, Ora 6 masih mempertahankan karakter retro yang sangat kuat dan kerap membuatnya dibandingkan dengan Volkswagen Beetle klasik. Mobil ini memakai lampu depan bulat besar, kap mesin pendek dengan lekukan klasik, aksen krom, dan atap melengkung bergaya coupe.

Proporsinya juga dibuat lebih besar dibanding VW Beetle lawas. Ora 6 memiliki panjang 4.401 mm, lebar 1.853 mm, tinggi 1.681 mm, dan jarak sumbu roda 2.750 mm, sehingga bentuknya tetap kompak tetapi memberi ruang kabin yang lebih lega.

SpesifikasiOra 6Keterangan
Panjang4.401 mmLebih besar dari VW Beetle klasik
Lebar1.853 mmMasuk kategori kompak
Tinggi1.681 mmProporsi bodi membulat
Jarak sumbu roda2.750 mmKabin lebih lega

Di balik tampilan nostalgik itu, GWM tetap menyisipkan teknologi modern. Mobil ini sudah memakai lampu LED, sistem elektrik penuh, dan kabin futuristis agar tidak hanya bergantung pada aura vintage.

Nama Baru, Identitas yang Dirapikan

GWM sebelumnya memakai pola penamaan bertema “Cat” untuk lini Ora, seperti Ora Good Cat, Ora Ballet Cat, dan Ora Punk Cat. Kini, pabrikan asal China itu mulai merapikan identitas produknya agar lebih mudah diterima di pasar internasional.

Dalam strategi baru tersebut, Ora Ballet Cat diperkirakan berganti nama menjadi GWM Ora 6. Meski namanya berubah, karakter utamanya tetap dipertahankan sebagai EV retro dengan bentuk membulat dan kesan yang dekat dengan VW Beetle.

Teknologi Baterai dan Posisi di Pasar

Untuk sektor baterai, Ora 6 memakai teknologi Lithium Iron Phosphate atau LFP buatan Svolt, perusahaan baterai yang masih berada dalam grup GWM. Paket teknis ini memperkuat posisinya sebagai EV yang bukan hanya tampil berbeda, tetapi juga disiapkan untuk penggunaan yang lebih serius.

Perubahan nama dan pembaruan produk ini menjadi bagian dari langkah GWM memperluas posisi Ora di pasar yang lebih luas. Palpos.disway.id mencatat bahwa identitas retro tetap sengaja dipertahankan agar pembeda visualnya tidak hilang di tengah pasar mobil listrik yang makin seragam.

Dua Karakter dalam Satu Lini Retro

Sejak awal, GWM memang bermain dengan dua karakter berbeda pada lini retro ini. Ora Ballet Cat hadir lebih elegan dan feminin, sedangkan Ora Punk Cat tampil lebih maskulin dan agresif.

Ora Ballet Cat membawa warna pastel, interior bernuansa mewah, detail kabin vintage, serta lampu depan yang menyerupai bentuk tapal kuda. Sementara itu, Ora Punk Cat memakai kombinasi warna dual tone, bodi lebih gelap, pelek retro, dan lampu depan bulat klasik.

ModelKarakterCiri Utama
Ora Ballet CatElegan dan femininWarna pastel, interior mewah, nuansa vintage
Ora Punk CatMaskulin dan agresifDual tone, bodi gelap, pelek retro

Untuk pasar Indonesia, GWM saat ini baru menjual Ora 03, model yang sebelumnya dikenal sebagai Ora Good Cat. Mobil itu mengusung bentuk hatchback perkotaan yang lebih kecil dan dipasarkan sekitar Rp379 jutaan.

Sementara itu, Ora 6 atau Ballet Cat belum memiliki kepastian resmi untuk masuk Indonesia. Namun jika kelak hadir, model ini berpotensi menarik perhatian konsumen yang mencari mobil listrik dengan tampilan berbeda dari kebanyakan EV di pasaran.

Kemiripan desainnya dengan Volkswagen Beetle klasik juga sempat memunculkan perhatian dari pihak Volkswagen. Meski begitu, GWM tetap melanjutkan pengembangan model ini dan kini memberi dorongan baru lewat tenaga yang lebih besar serta penamaan yang lebih sederhana.

Berita Terkait