Harga mobil baru masih ditahan meski rupiah terus melemah dan sempat menembus Rp18 ribu per dolar AS. Namun, sikap itu tampaknya hanya menjadi langkah sementara karena pelaku industri belum mau terlalu lama menanggung tekanan biaya produksi yang berpotensi naik.
Sejumlah pabrikan memilih memantau situasi lebih dulu sebelum mengubah label harga. Mereka ingin melihat apakah pelemahan rupiah ini akan berlangsung lama atau hanya menjadi gejolak sesaat di pasar.
Chery belum bergerak
Chery Indonesia menjadi salah satu pabrikan yang belum mengambil langkah penyesuaian harga. Vice Country Director Business Unit Chery Indonesia, Budi Darmawan Jantania, mengatakan perusahaan masih memantau kondisi ekonomi sebelum menentukan keputusan.
Budi menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada perubahan pada harga jual kendaraan Chery. Sikap itu menunjukkan perusahaan masih menunggu arah perkembangan kurs sebelum bersikap lebih jauh.
Suzuki mengandalkan komponen lokal
Suzuki juga belum tergesa-gesa mengubah harga jual kendaraannya. Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra, mengatakan perusahaan terus mengamati pergerakan kurs dengan saksama dan sedang mengevaluasi dampaknya terhadap bisnis.
Untuk menahan tekanan dari pelemahan rupiah, Suzuki menempatkan penggunaan komponen lokal sebagai salah satu strategi utama. Langkah ini dianggap bisa membantu menjaga kestabilan harga kendaraan yang dijual di Indonesia.
Donny menyebut perusahaan tetap fokus pada optimalisasi komponen lokal yang tersedia. Di saat yang sama, Suzuki juga menjaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan agar kepercayaan konsumen tetap terpelihara.
Keputusan harga tidak sesederhana kurs
Dari sisi jaringan penjualan, Auto2000 menilai nilai tukar memang menjadi faktor penting yang terus dipantau. Meski begitu, CEO Auto2000 Anton Jimmy menegaskan kenaikan harga kendaraan tidak bisa diputuskan hanya karena rupiah sedang tertekan.
Menurut Anton, waktu penyesuaian harga harus dihitung dengan cermat. Harga juga harus tetap berada dalam batas yang masih bisa dijangkau masyarakat.
Anton mengatakan dirinya terus mengimbau cabang dan pelanggan agar membaca kondisi pasar dengan hati-hati. Ia melihat keputusan harga selalu dipengaruhi banyak hal, bukan hanya satu indikator ekonomi.
Konsumen diminta tidak menunda kebutuhan
Di tengah situasi yang belum stabil, Anton juga mendorong konsumen yang sudah berencana membeli mobil atau melakukan servis kendaraan untuk tidak menunda terlalu lama. Ia menilai ada banyak faktor di luar kendali yang dapat memengaruhi kondisi pasar dan biaya ke depan.
Selain kurs, suku bunga dan biaya lain juga disebut bisa berubah dan menambah tekanan pada keputusan konsumen. Karena itu, kebutuhan yang sudah jelas dinilai lebih baik segera dipenuhi sebelum situasi kembali bergerak.
Sikap hati-hati para pabrikan memperlihatkan bahwa harga mobil masih ditahan untuk sementara. Tetapi ruang untuk mempertahankan harga itu tidak sepenuhnya longgar selama rupiah belum kembali stabil.
Source: www.cnnindonesia.com






