Pajero Baru Tunjukkan Arah yang Lebih Serius ke Medan Berat, Ini 4 Petunjuknya

Mitsubishi memastikan kebangkitan Pajero akan berlangsung pada musim gugur tahun ini, atau sekitar September hingga Desember 2026. Namun, teaser All New Pajero yang sudah beredar justru lebih dulu memberi sinyal paling penting: SUV ini disiapkan kembali sebagai kendaraan petualang yang serius.

Petunjuk tersebut muncul lewat detail desain dan tampilan panel informasi di kabin. Dari sana, arah pengembangan Pajero generasi baru mulai terlihat, bukan sekadar sebagai penyegar tampilan, melainkan sebagai model yang ingin menegaskan kembali karakter off-road-nya.

Panel multi meter menjadi kode paling jelas

Salah satu sorotan utama ada pada panel multi meter di layar instrumen digital. Fitur ini mengingatkan pada Pajero lama yang dikenal punya informasi berkendara lengkap untuk menghadapi medan berat.

Dalam format baru, panel itu tampil lebih modern tanpa meninggalkan identitas khas Pajero. Mitsubishi tetap mempertahankan fungsi informatifnya, tetapi mengemasnya agar lebih mudah dibaca dan sesuai dengan kabin masa kini.

Teaser juga menampilkan data yang bisa muncul secara real-time. Informasi yang terlihat mencakup ketinggian lokasi, arah kompas, suhu luar, sudut kemiringan depan-belakang, sudut kemiringan samping, serta distribusi torsi kiri dan kanan kendaraan.

Isyarat kuat bahwa kemampuan off-road tetap jadi prioritas

Ragam informasi tersebut memperkuat dugaan bahwa All New Pajero tetap diposisikan sebagai SUV untuk medan berat. Mitsubishi Motor Corporation, seperti dikutip dari Otodriver.com, memastikan model ini akan hadir kembali sebagai SUV dengan kemampuan off-road sesungguhnya.

Arah pengembangannya disebut akan menonjolkan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan diri pengemudi saat melewati aspal, bebatuan, lumpur, hingga jalur pegunungan. Dengan begitu, Pajero tidak diarahkan menjadi SUV besar untuk penggunaan harian semata.

Rumor sasis ladder frame ikut memperkuat spekulasi

Di luar isi teaser, pembicaraan yang paling ramai justru datang dari kemungkinan penggunaan sasis ladder frame. Jika rumor ini benar, maka Pajero akan mengalami perubahan besar pada konstruksinya.

Pajero generasi ketiga yang meluncur pada 1999 hingga generasi keempat yang berhenti pada 2021 diketahui memakai konstruksi monokok. Struktur monokok selama ini lebih nyaman untuk jalan raya, sedangkan ladder frame dianggap lebih tahan banting saat dipakai di medan ekstrem.

Bocoran tersebut sejalan dengan citra Pajero sebagai SUV petualang. Segmen kendaraan penggerak empat roda memang menuntut struktur bodi yang kuat agar bisa menghadapi kondisi jalan yang keras.

Mesin diesel 2.4 liter 4N16 juga masuk dalam spekulasi

Sektor mesin tak luput dari perhatian karena All New Pajero disebut akan memakai diesel 2.4 liter berkode 4N16. Mesin yang sama saat ini digunakan pada Triton generasi terbaru.

Spesifikasi tenaga dan torsinya memang belum diumumkan resmi. Meski begitu, mesin ini dinilai masuk akal untuk Pajero karena dikenal efisien, bertorsi besar pada putaran rendah, dan sesuai untuk kebutuhan SUV maupun double cabin.

PetunjukIsi yang TerlihatMakna bagi Pajero
Panel multi meterInformasi ketinggian, kompas, suhu luar, kemiringan, dan torsiMenguatkan identitas SUV petualang
Sasis ladder frameMasih berupa rumorMenandakan fokus pada durabilitas dan medan berat
Mesin 4N16Diesel 2.4 liter yang dipakai Triton generasi terbaruMenunjukkan arah efisiensi dan torsi besar

Meski detail spesifikasi, harga, dan pasar tujuan belum diumumkan, teaser All New Pajero sudah cukup memberi gambaran arah utamanya. Mitsubishi tampak ingin membawa kembali nama besar itu ke jalur yang paling sesuai dengan reputasinya, yakni SUV yang memang disiapkan untuk bertualang.

Source: moladin.com

Berita Terkait