Film horor Paket Santet akan mulai menghantui bioskop Indonesia secara serentak pada 27 Agustus 2026. Premisnya berangkat dari sebuah paket yang tampak biasa, tetapi justru memicu ancaman maut bagi para tokohnya.
Di poster perdana yang dirilis BASE Entertainment, karakter Bela yang diperankan Yasamin Jasem tampil dengan wajah dipenuhi ratusan ekor lebah setelah membuka paket misterius itu. Visual tersebut langsung memperlihatkan arah teror yang menjadi inti cerita film garapan Dinna Jasanti.
Ancaman yang bermula dari benda sehari-hari
Dinna Jasanti menegaskan bahwa kekuatan utama film ini tidak hanya terletak pada santet yang dikirim, melainkan pada situasi sesudah paket diterima dan dibuka. Begitu paket itu terbuka, para karakter dipaksa bertahan hidup dalam kondisi yang tidak mereka pahami.
“Dalam film ini yang menarik bukan hanya bagaimana santet itu datang, tetapi apa yang terjadi setelah seseorang menerimanya. Begitu paket itu dibuka, para karakter dipaksa bertahan hidup dalam situasi yang sama sekali tidak mereka pahami,” kata Dinna Jasanti di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).
Ia menambahkan bahwa para tokoh akan terus mencari cara untuk menghentikan kutukan, sementara waktu mereka kian sempit. Menurutnya, justru pada titik itu horor Paket Santet benar-benar dimulai.
Kelompok mahasiswa yang terjebak kutukan
Cerita film ini mengikuti sekelompok mahasiswa yang hidupnya berubah setelah terseret dalam kiriman mistis tersebut. Selain Bela, film ini juga menampilkan Deva yang diperankan Fatih Unru, Celia oleh Gabriella Eka Putri, Ale oleh Fadly Faisal, Firza oleh Fiki Naki, Glen oleh Farandika, dan Kiki oleh Azela Putri.
| Karakter | Pemeran | Keterangan |
|---|---|---|
| Bela | Yasamin Jasem | Wajahnya dipenuhi ratusan lebah dalam poster |
| Deva | Fatih Unru | Bagian dari kelompok mahasiswa yang terancam kutukan |
| Celia | Gabriella Eka Putri | Bagian dari kelompok mahasiswa yang terancam kutukan |
| Ale | Fadly Faisal | Mengaku sempat paranoid selama proses syuting |
| Firza | Fiki Naki | Bagian dari kelompok mahasiswa yang terancam kutukan |
| Glen | Farandika | Bagian dari kelompok mahasiswa yang terancam kutukan |
| Kiki | Azela Putri | Bagian dari kelompok mahasiswa yang terancam kutukan |
Premis dekat dengan keseharian
Produser Aoura Lovenson Chandra menyebut kekuatan film ini ada pada premis yang terasa akrab dengan kehidupan modern. Ia menilai terornya berangkat dari sesuatu yang biasa ditemui masyarakat, yakni sebuah paket.
“Yang membuat Paket Santet berbeda adalah terornya dimulai dari sesuatu yang sangat akrab bagi kita semua, sebuah paket. Kami ingin menghadirkan horor yang membuat penonton terus berpikir, ‘Kalau saya menerima paket itu, apa yang akan saya lakukan?’” ujarnya.
Fadly Faisal juga mengakui premis film ini terasa dekat dengan kemungkinan nyata. Ia menyebut dirinya sempat ikut paranoid selama proses syuting karena karakter-karakternya tidak tahu harus percaya kepada siapa.
Menurut Fadly, situasi itulah yang membuat film ini terasa menyeramkan. Paket Santet pun disusun sebagai kisah survival yang frustratif, karena membuka paket berarti mengundang kutukan, sedangkan mengabaikannya tidak lantas menghentikan teror.
Dengan perpaduan premis sederhana, ancaman mistis, dan situasi yang terus menekan para tokohnya, Paket Santet mencoba menawarkan ketegangan yang dekat dengan keseharian penonton. Film ini menjadi salah satu judul horor yang disiapkan BASE Entertainment untuk menyapa layar lebar pada akhir Agustus mendatang.
Source: hot.detik.com






