Foto-Foto di Rawamangun Ini Membaca Identitas yang Terus Berubah

Author: Redaksi Android62

Pameran fotografiIdentitas dalam Perspektif Fotografi Lintas Waktu” di Rasaharsa Coffee, Rawamangun, Jakarta Timur, menghadirkan 14 fotografer dalam satu ruang baca visual tentang identitas manusia. Melalui karya yang dipajang, publik diajak melihat bagaimana identitas tidak pernah berhenti bergerak mengikuti pengalaman, lingkungan, sejarah, dan perubahan sosial.

Fotografi dalam pameran ini diposisikan bukan sekadar sebagai karya estetis, melainkan sebagai arsip yang merekam jejak zaman. Dari sana, pengunjung dapat menelusuri representasi diri, komunitas, dan budaya yang terus bergeser dari generasi ke generasi.

Identitas Dibaca Lewat Lensa

Tema yang diangkat menegaskan bahwa identitas terbentuk dari banyak lapisan kehidupan. Setiap foto menjadi penanda waktu sekaligus pengingat bahwa manusia selalu berada dalam relasi dengan perubahan di sekitarnya.

Karena itu, karya-karya yang tampil tidak hanya menawarkan pengalaman visual. Pameran ini juga membuka pembacaan baru terhadap pergeseran identitas yang muncul dalam kehidupan sosial dan budaya.

Ruang Pamer di Rawamangun Dibuka Sebulan

Pameran berlangsung selama satu bulan, mulai 21 Juni hingga 12 Juli 2026. Jadwal kunjungan tersedia setiap hari, dari Senin sampai Minggu, pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

Lokasi di kawasan Rawamangun membuat pameran mudah dijangkau oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Suasana ruang pamer juga memberi ruang interaksi yang lebih dekat antara karya, fotografer, dan publik.

Pembukaan Dihadiri Komunitas Fotografi

Acara pembukaan dipimpin oleh Jimmy Bens Silaen selaku Ketua Komunitas Mozarts73. Peresmian juga dilakukan oleh Ir. Priadi Soefjanto, Direktur LSP LPK Inscinema, dengan kehadiran komunitas fotografi 101class fotografi serta sejumlah komunitas lainnya.

Kehadiran berbagai komunitas itu memperkuat pertemuan lintas jejaring di pembukaan pameran. Agenda ini tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menjadi ruang temu bagi para pegiat fotografi untuk berbagi pandangan.

14 Nama yang Mengisi Pameran

Sebanyak 14 fotografer berkontribusi dalam pameran ini. Mereka adalah Agam Akbar Pahala, Amran Malik, Antonius Efendi, Dedih Nur Fajar Paksi, Dr. Riski Taufik, Ferdiansyah, Syantika Marwah, Mega Rusiandi, Priyo Widdy, Roy Rafael, Saut Mangihut Marpaung, Teuku Iqbal Prianda, dan Vanka Alcione.

Keberagaman peserta memberi sudut pandang yang berlapis terhadap tema yang diusung. Perbedaan latar itu membuat pembacaan atas identitas lintas waktu terasa lebih luas dan tidak tunggal.

Diskusi dan Hunting Model Menutup Pembukaan

Selama rangkaian pameran, kegiatan tidak berhenti pada pajangan karya. Acara juga diisi diskusi fotografi dan hunting model bertema vintage retro.

Diskusi tersebut membahas spektrum fotografi dari tingkat pemula hingga komersial. Dalam forum itu juga mengemuka pandangan bahwa fotografer perlu memiliki keterampilan yang baik dan akan memiliki nilai lebih jika didukung sertifikasi kompetensi.

Sertifikasi kompetensi dipahami sebagai pengakuan resmi atas keahlian, pengetahuan, dan sikap kerja seseorang. Dalam konteks ini, sertifikasi tersebut disebut dikeluarkan oleh BNSP.

Hunting model menjadi penutup rangkaian pembukaan pada hari Minggu. Para fotografer dari berbagai komunitas memotret model dengan pendekatan visual bergaya vintage retro, sesuai tema yang diusung dalam kegiatan itu.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru