Panel Surya Menutup Kanal, Hemat Air Besar Tapi Struktur Penopangnya Mahal

Biaya tetap menjadi penghalang terbesar saat panel surya dipasang di atas kanal. Struktur penopang baja yang membentang di atas saluran air dapat menyumbang hingga 40% dari total biaya proyek, jauh lebih berat dibandingkan ladang surya biasa di atas tanah.

Meski begitu, California tetap menaruh perhatian besar pada ide ini karena manfaatnya dinilai datang dari dua sisi sekaligus. Selain menghasilkan listrik bersih di lokasi yang dekat dengan kebutuhan pertanian, penutup kanal juga membantu menahan air yang biasanya hilang ke atmosfer.

Studi dari University of California memperkirakan penutupan sekitar 4.000 kilometer kanal dapat menghasilkan 13GW listrik per tahun. Pada saat yang sama, sistem itu disebut bisa menghemat 63 miliar galon air, jumlah yang diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lebih dari dua juta orang setiap tahun.

Uji coba yang mulai memberi gambaran nyata

Konsep tersebut tidak lagi berhenti sebagai perhitungan di atas kertas. Sebuah proyek percontohan bernama Nexus sudah berdiri di kanal yang dioperasikan Turlock Irrigation District untuk melihat apakah gagasan ini bekerja dalam kondisi nyata.

Instalasi itu memiliki kapasitas 1,6 megawatt dan sudah melewati satu musim irigasi penuh. Dari hasil awal, bagian kanal yang tertutup panel tercatat mengalami penurunan penguapan antara 50 hingga 70%.

Efek lain juga ikut muncul di lokasi uji coba itu. Pertumbuhan alga turun 85%, sehingga berpotensi menekan biaya perawatan kanal dan pembersihan pompa air.

Daya lebih stabil, air lebih hemat

Naungan panel memberi keuntungan tambahan pada performa listrik. Suhu panel bisa tetap lebih rendah dibandingkan instalasi di darat, dan kondisi itu mendorong output listrik naik sekitar 2,5 hingga 5%.

Manfaat ini membuat panel di atas kanal terlihat lebih efisien dalam beberapa hal sekaligus. Daya dihasilkan tepat di tempat yang dibutuhkan, sementara air yang biasanya menguap dapat diselamatkan untuk kebutuhan lain.

Bagi California, pendekatan tersebut juga relevan karena wilayah ini punya jaringan kanal yang luas dan sering menghadapi kekeringan berat. Dalam skema seperti ini, listrik tidak perlu terlalu jauh dikirim dari ladang surya di gurun, sehingga rugi transmisi dapat ditekan.

Mengapa perhatian terus menguat

Keunggulan lain muncul saat kebutuhan energi dan air bertemu di titik yang sama. Kanal yang ditutupi panel dapat memasok daya bersih di dekat area pertanian, sekaligus mengurangi kebutuhan membangun jalur transmisi baru.

Ada juga kaitan dengan kebutuhan pusat data. Sebuah pusat data dapat memakai jutaan galon air setiap tahun, sehingga setiap tetes yang tidak hilang ke atmosfer menjadi bernilai untuk penggunaan yang lebih produktif, termasuk pendinginan.

Namun, pilihan ini tidak lepas dari trade-off. Penutupan kanal dapat memberi dampak kecil pada kelembapan lokal, tetapi juga berpotensi mengganggu ekosistem perairan karena menurunkan kadar oksigen terlarut.

Sejumlah kritik lain menyoroti sisi praktisnya. Kanal pada dasarnya dibuat untuk distribusi air, bukan untuk menopang infrastruktur industri, dan akses rutin untuk pengerukan sedimen serta perbaikan juga akan menjadi lebih rumit jika saluran tertutup panel.

Sebagian pihak masih menilai California punya pilihan yang lebih sederhana, yakni memanfaatkan lahan gurun murah untuk panel surya biasa. Opsi itu memang lebih murah dan lebih mudah, tetapi tidak membantu menghemat air di negara bagian yang telah kehilangan 40% alokasi Sungai Colorado pada tahun ini.

Nexus kini terus mengumpulkan data untuk menilai apakah model ini layak diperluas di California. Keputusan akhirnya akan bergantung pada seberapa jauh manfaat energi dan penghematan air mampu mengimbangi tantangan biaya, operasional, dan lingkungan.

Berita Terkait