Pedri tidak merayakan gelar dunia Spanyol dengan gol penalti. Gelandang Barcelona itu justru melihat tendangan Panenkanya ditepis sang ayah, Fernando Gonzalez, di tengah pesta juara di MetLife Stadium, New Jersey.
Kegagalan tersebut bukan momen yang mengecewakan bagi Pedri. Penyelamatan Fernando memicu senyum dan tawa di sekitar lapangan, sekaligus melanjutkan ritual keluarga yang selalu mereka lakukan setelah meraih trofi penting.
Ritual yang Selalu Berulang
Dalam tradisi itu, Fernando mengambil posisi sebagai penjaga gawang, sementara Pedri menjadi eksekutor dari titik putih. Peran tersebut memberi makna khusus pada setiap keberhasilan besar yang diraih putranya.
Pedri bahkan sudah memperkirakan bahwa ayahnya akan mampu membaca arah bola. “Dia pasti bisa menepisnya. Dia selalu melakukannya,” ujar Pedri sebelum tendangan yang diarahkan ke sisi kiri gawang itu dihentikan Fernando.
Pilihan Panenka membuat eksekusi tersebut terlihat santai, tetapi Fernando tidak terpancing oleh bola lambung. Aksi sederhana itu menjadi bagian perayaan yang berbeda dari selebrasi gol maupun pengangkatan trofi di hadapan publik.
Penghormatan untuk Perjalanan Fernando
Menurut Liputan6.com, Fernando selalu menjadi kiper dalam ritual penalti seusai Pedri mengangkat gelar bergengsi. Kebiasaan itu juga mengingatkan pada impian Fernando yang pernah ingin menjadi penjaga gawang.
Fernando disebut nyaris meniti karier sepak bola di level semiprofesional. Namun, ia tidak melanjutkan jalur tersebut karena tanggung jawab keluarga.
Keputusan itu kemudian menjadi bagian dari perjalanan yang membawa Pedri menuju panggung tertinggi. Fernando rutin mengantar putranya ke latihan dan mendampinginya ketika karier Pedri masih berkembang.
Karena itu, penalti di New Jersey tidak sekadar menjadi hiburan setelah pertandingan. Pedri memberi ruang khusus kepada ayahnya dalam momen yang menandai pencapaian terbesar bersama Timnas Spanyol.
Spanyol Menang atas Argentina
Ritual tersebut berlangsung setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026. Ferran Torres menjadi penentu kemenangan melalui gol tunggalnya.
Gelar itu menambah daftar pencapaian penting Pedri bersama La Roja. Namun, di tengah perayaan satu trofi dunia, perhatian sang gelandang tetap tertuju pada orang yang telah mendampinginya sejak awal perjalanan sepak bolanya.
MetLife Stadium pada akhirnya menyimpan dua cerita dari satu malam. Spanyol membawa pulang gelar dunia, sedangkan Pedri dan Fernando kembali menjalankan tradisi keluarga yang membuat pesta juara terasa lebih pribadi.
Source: www.liputan6.com






