Pasar Prediksi Menyerap Minat Taruhan, Layoff Dan AI Memaksa Operator Judi Berbenah

Pasar prediksi kini ikut menarik perhatian di tengah tekanan besar yang dirasakan industri judi olahraga. Aktivitas kontrak olahraga di platform yang diawasi CFTC terus membesar, dan kondisi itu mulai mengubah aliran minat pengguna dari sportsbook tradisional.

Kalshi dan Polymarket menjadi dua nama yang paling menonjol dalam pergeseran tersebut. Keduanya disebut telah memproses sekitar $150 miliar dalam volume gabungan seumur hidup, dengan kontrak olahraga menyumbang sebagian besar aktivitas terbaru.

Kalshi juga mencatat volume perdagangan bulanan $14,8 miliar pada April. Untuk pertama kalinya dalam delapan bulan, angka itu menempatkan Kalshi di atas Polymarket.

Pergerakan ini membuat operator sportsbook menghadapi tekanan baru di luar kompetisi biasa. Layoff Tracker menilai pengumuman terbaru di industri sebagai tanda bahwa venue prediksi mulai menguras pengguna dari sportsbook yang diatur.

Di saat yang sama, perusahaan-perusahaan besar justru sibuk memangkas biaya. Kecerdasan buatan dipakai untuk mempercepat efisiensi, sementara restrukturisasi tenaga kerja kembali muncul di beberapa nama besar.

Gambling.com Group menjadi salah satu yang paling agresif dalam langkah itu. Perusahaan memangkas sekitar 150 karyawan bersamaan dengan laporan laba kuartal pertama, ketika pendapatannya tetap di $40,4 juta tetapi membukukan rugi $1,2 juta.

CEO incoming Kevin McCrystle mengatakan AI kini menghasilkan sekitar 80% kode engineering baru. Pergeseran tersebut mendukung target penghematan tahunan sebesar $13 juta, meski perusahaan juga menurunkan proyeksi pendapatan penuh 2026 ke kisaran $165 juta hingga $170 juta.

Dampaknya langsung terasa di pasar. Saham Gambling.com Group anjlok lebih dari 45% setelah pengumuman itu, menandakan investor ikut membaca tekanan yang sedang dihadapi bisnis afiliasi dan pemasaran taruhan.

Tekanan tersebut tidak hanya datang dari teknologi baru, tetapi juga dari lingkungan bisnis yang makin sempit. Volatilitas pencarian Google serta aturan yang lebih ketat di Finlandia dan Inggris ikut membatasi ruang pertumbuhan perusahaan.

Penn Entertainment juga mengambil langkah serupa di sisi digital. Perusahaan memotong lebih dari 75 posisi dari divisi Interactive, termasuk tim di theScore Bet, online casino, dan social gaming.

Pemangkasan itu memperdalam restrukturisasi korporasi yang dilakukan pada Januari. Saat itu, Penn mengonsolidasikan teknologi di bawah Aaron LaBerge dan menghapus dua peran eksekutif senior.

Penn melaporkan pendapatan kuartal pertama sekitar $1,4 miliar. Meski bisnis digital sempat diposisikan sebagai mesin pertumbuhan, langkah terbaru menunjukkan bahwa efisiensi kini ikut menyentuh lini tersebut.

Sikap Penn terhadap kontrak olahraga juga berbeda dari beberapa pesaingnya. Perusahaan tetap menjauh dari event contracts karena ketidakpastian regulasi, sementara DraftKings baru-baru ini mengakuisisi bursa berlisensi CFTC dan bermitra dengan Polymarket untuk clearing.

American Gaming Association masih mendorong klasifikasi yang lebih ketat agar kontrak semacam itu diperlakukan sebagai perjudian. Di tengah dorongan efisiensi lewat AI dan pemangkasan tenaga kerja, pertumbuhan pasar prediksi justru menambah tantangan baru bagi sportsbook reguler.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer