Petrokimia Gresik memastikan pasokan gas tambahan 30–35 MMSCFD untuk menopang produksi hingga 2035. Kepastian energi ini menjadi salah satu penopang utama di tengah upaya perusahaan menjaga laju produksi pupuk di saat industri masih menghadapi tekanan geopolitik, perubahan iklim, dan fluktuasi harga energi.
Pengamanan pasokan itu dilakukan melalui kerja sama dengan Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura. Perusahaan menyebut langkah tersebut penting untuk memperkuat ketahanan operasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional.
Produksi naik dalam dua periode beruntun
Dari sisi kinerja, Petrokimia Gresik mencatat produksi pupuk 2,72 juta ton pada semester I 2026. Angka itu lebih tinggi dibandingkan 2,43 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sepanjang 2025, perusahaan juga membukukan produksi 4,68 juta ton, atau sekitar 5% lebih tinggi daripada 2024. Capaian ini memperlihatkan bahwa ekspansi kapasitas dan penguatan rantai pasok mulai memberi dampak pada sisi produksi.
Fasilitas baru untuk bahan baku dan logistik
Untuk menjaga ritme tersebut, Petrokimia Gresik mengubah Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos. Fasilitas ini dirancang agar dapat memproduksi beberapa jenis pupuk sesuai kebutuhan pasar.
Perusahaan juga menambah dua tangki penyimpanan asam sulfat dengan kapasitas total 40.000 ton. Dengan tambahan itu, kapasitas penyimpanan naik menjadi 100.000 ton dan rantai pasok bahan baku menjadi lebih kuat.
Di sisi distribusi, Petrokimia Gresik menyiapkan Dermaga A yang mampu melayani kapal hingga 60.000 DWT. Infrastruktur ini memiliki kapasitas bongkar muat 4 juta ton per tahun dan diproyeksikan memperlancar operasional logistik perusahaan.
| Langkah | Detail | Dampak |
|---|---|---|
| Pabrik Phonska V | Modifikasi dari Pabrik Fosfat I dengan teknologi Flex-Phos | Bisa memproduksi beberapa jenis pupuk |
| Tangki asam sulfat | 2 tangki baru dengan kapasitas total 40.000 ton | Kapasitas penyimpanan naik menjadi 100.000 ton |
| Dermaga A | Melayani kapal hingga 60.000 DWT | Kapasitas bongkar muat 4 juta ton per tahun |
| Pasokan gas | Kerja sama dari Lapangan MDA-MBH dan WK Ketapang | Tambahan suplai 30–35 MMSCFD hingga 2035 |
Transformasi tidak hanya soal kapasitas
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat fondasi agar mampu tumbuh berkelanjutan, semakin kompetitif, dan memberi manfaat lebih luas bagi pertanian Indonesia. Ia menyampaikan hal itu di tengah kondisi industri yang masih dibayangi dinamika geopolitik dan perubahan iklim.
“Di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku, Petrokimia Gresik terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi pertanian Indonesia,” ujar Daconi kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).
Petrokimia Gresik juga mempercepat transformasi menuju industri rendah emisi. Perusahaan ditunjuk Kementerian Perindustrian sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization atau CCU dalam peta jalan dekarbonisasi 2025–2030.
Daconi menambahkan, transformasi bagi perusahaan bukan sekadar memperbesar skala usaha. Menurut dia, fokus utama adalah membuat Petrokimia Gresik lebih adaptif, efisien, dan tangguh dalam menjawab kebutuhan masa depan.
Langkah-langkah di sektor produksi, bahan baku, energi, dan teknologi disebut saling melengkapi untuk menjaga daya saing perusahaan. Petrokimia Gresik menilai sinergi dengan sektor energi akan tetap menjadi fondasi penting bagi ketahanan industri nasional.
Source: www.liputan6.com






