Pasokan Surya China Dipangkas, Pemerintah Bergerak Meredam Perang Harga Produsen

Pemerintah China mulai memperketat kontrol kapasitas di industri tenaga surya untuk meredam kelebihan pasokan yang selama ini menekan harga dan mengikis margin produsen. Langkah ini menjadi sinyal bahwa otoritas tidak ingin persaingan di sektor tersebut terus bergerak dalam pola yang merugikan banyak perusahaan.

Pengetatan itu juga memperlihatkan bahwa masalah utama di industri surya China bukan semata permintaan yang melemah, melainkan produksi yang jauh melampaui kebutuhan pasar. Saat stok terus menumpuk, harga jual ikut tertekan dan keuntungan pabrikan menyusut.

Koordinasi lintas lembaga diperkuat

Otoritas di China menegaskan bahwa penataan kapasitas tidak cukup hanya lewat instruksi administratif. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi bersama Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional mendorong koordinasi lintas lembaga agar kebijakan benar-benar berjalan di seluruh rantai industri.

Pemerintah juga menyatakan akan mengerahkan “segala upaya” untuk memastikan langkah pengendalian kapasitas efektif. Penekanan ini menunjukkan bahwa pengawasan tidak hanya ditujukan kepada produsen, tetapi juga pada mekanisme yang menjaga agar produksi tidak kembali melewati kebutuhan pasar.

Dalam kondisi saat ini, pabrikan berada pada tekanan ganda. Mereka tetap harus menjaga produksi, namun pasar domestik tidak mampu menyerap seluruh output yang masuk.

Pembeli besar ikut dilibatkan

Sepanjang tahun 2026, pemerintah tercatat telah mengadakan sedikitnya tiga pertemuan formal dengan para produsen peralatan tenaga surya. Pertemuan tersebut membahas kerugian finansial yang muncul akibat banjir stok di pasar domestik.

Pertemuan strategis pada Jumat pekan lalu juga melibatkan perusahaan pembangkit listrik milik negara. Kehadiran mereka penting karena menjadi pembeli utama produk teknologi surya dan memiliki peran besar dalam penyerapan pasar.

Di antara pihak yang hadir terdapat China Huaneng Group Co dan China Datang Corp. Pelibatan pembeli besar ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya menekan sisi produksi, tetapi juga berupaya memperkuat sisi permintaan agar pasar bisa lebih seimbang.

Harga dan margin tetap menjadi sorotan

Kapasitas berlebih telah lama menjadi sumber tekanan bagi industri tenaga surya China. Produksi yang berlebihan membuat pasokan di pasar terus melimpah, lalu memicu persaingan harga yang semakin tajam.

Bagi produsen, situasi itu berarti keuntungan tergerus meski volume produksi tetap berjalan. Karena itu, pengendalian kapasitas dipandang sebagai upaya untuk menahan penurunan harga yang berkepanjangan dan meredam perang harga yang melelahkan.

Namun, penataan kapasitas tidak bisa selesai hanya dengan satu kebijakan. Kepatuhan perusahaan dan konsistensi antarlembaga akan menjadi faktor penting agar pasokan tidak kembali melampaui permintaan.

Pasar memberi respons positif

Reaksi pasar saham menunjukkan bahwa investor membaca langkah ini sebagai sinyal perbaikan jangka menengah. Pada awal perdagangan Senin, saham beberapa perusahaan tenaga surya bergerak positif setelah muncul harapan bahwa pengawasan kapasitas dapat membantu menstabilkan industri.

Jinko Solar Co dan CSI Solar Co bahkan naik hingga 1,6 persen. Kenaikan ini mencerminkan ekspektasi bahwa penataan ulang struktur industri bisa mengurangi tekanan berlebih yang selama ini membebani kinerja perusahaan.

Meski demikian, efek kebijakan tetap akan bergantung pada pelaksanaan di lapangan. Pemerintah China kini berupaya menyeimbangkan kepentingan industri, stabilitas pasar, dan keberlanjutan sektor energi surya agar siklus kelebihan pasokan tidak terus berulang.

Berita Terkait