Surabaya kini jadi titik awal pembentukan generasi baru padel Jawa Timur lewat ajang East Java Junior Padel 2026. Turnamen usia muda ini digelar PBPI Jawa Timur bersama Atom Sports Center Pasar Atom sebagai ruang kompetisi yang lebih terarah bagi atlet belia.
Pembinaan padel di daerah tidak lagi hanya berhenti pada latihan. Lewat turnamen seperti ini, PBPI Jawa Timur ingin memberi jam terbang pertandingan yang rutin agar pemain muda terbiasa menghadapi situasi kompetitif sejak dini.
Ajang perdana pembinaan usia muda itu berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Atom Sports Center Pasar Atom, Surabaya. Selain menjadi kompetisi, kegiatan ini juga diposisikan sebagai sarana mencari bibit atlet potensial yang bisa dipersiapkan ke level yang lebih tinggi.
Ketua PBPI Jawa Timur, Rudie Risdianto, menegaskan bahwa turnamen junior ini tidak semata-mata mengejar hasil pertandingan. Fokus lain yang dikejar adalah memberi pengalaman bermain yang menyenangkan bagi atlet muda agar mereka tetap dekat dengan proses pembinaan.
Dorongan ini juga terkait arah besar pembinaan padel Jawa Timur menuju ajang nasional dan internasional. PBPI Jawa Timur menyiapkan langkah regenerasi dengan mengincar atlet yang kelak bisa mewakili daerah di PON dan Asian Games.
Dalam proses itu, kelompok usia 14 dan 16 tahun mendapat perhatian khusus. Rudie menyebut usia tersebut sebagai masa emas pengembangan atlet, sehingga turnamen junior dipandang penting untuk membentuk dasar teknik, mental bertanding, dan pengalaman bermain.
Kategori yang dipertandingkan pun dibuat untuk menjangkau rentang usia muda yang luas. Nomor yang dimainkan meliputi Americano Series KU 12 Putra, Americano Series KU 12–20 Putri, serta Team Competition KU 14–20 Putra.
Format Americano Series menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Dalam sistem ini, pemain berganti pasangan di setiap ronde sehingga mereka harus cepat menyesuaikan diri dan menyusun strategi baru di lapangan.
Model pertandingan seperti itu dinilai cocok untuk melatih kemampuan atlet muda secara langsung. Selain menguji teknik, format ini juga memberi pengalaman bermain yang beragam karena peserta menghadapi kombinasi pasangan yang berbeda-beda.
PBPI Jawa Timur juga terus memperbanyak turnamen padel, terutama untuk kelompok usia muda. Langkah tersebut diarahkan agar proses penjaringan bibit atlet potensial berjalan lebih luas dan terstruktur di Jawa Timur.
Surabaya dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan untuk membuka akses kompetisi yang lebih dekat bagi pemain muda di daerah. Kehadiran turnamen ini sekaligus menunjukkan bahwa padel mulai mendapat tempat lebih besar dalam sistem pembinaan olahraga Jawa Timur.
Panitia turut menyiapkan kegiatan pendukung di luar pertandingan untuk menarik minat peserta dan pengunjung. Program yang disediakan antara lain free coaching clinic, free main bareng atau mabar, dan trial head ball.
Hari pertama pelaksanaan dibuka dengan opening ceremony yang dihadiri jajaran PBPI Jawa Timur, KONI Jawa Timur, atlet muda, tamu VIP, dan media. Keterlibatan berbagai unsur itu memperlihatkan bahwa pembinaan padel usia dini mulai mendapat perhatian lebih luas di Jawa Timur.
Dengan kombinasi kompetisi, pembinaan, dan aktivitas pendukung, East Java Junior Padel 2026 tidak hanya menjadi turnamen perdana bagi atlet muda. Ajang ini juga menjadi langkah awal untuk membangun jalur regenerasi padel Jawa Timur menuju PON dan level yang lebih tinggi.
Source: jatim.tribunnews.com






