PBSI Tahan Dua Ganda Putra, Fajar/Fikri Dievaluasi dan Raymond/Joaquin Dipulihkan Dari Cedera

Author: Redaksi Android62

PBSI memilih menahan dua pasangan ganda putra Indonesia dari Australia Open 2026 dengan alasan yang berbeda. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tidak didaftarkan karena perlu dievaluasi performanya, sedangkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin diprioritaskan untuk pemulihan fisik.

Keputusan itu menunjukkan PBSI tidak memandang semua pasangan dengan ukuran yang sama. Setiap duet dinilai dari kebutuhan yang paling mendesak, mulai dari hasil pertandingan, kesiapan tubuh, sampai risiko cedera.

Fokus Fajar/Fikri ada pada perbaikan performa

Pelatih ganda putra utama, Antonius Budi Ariantho, menilai Fajar/Fikri masih membutuhkan ruang untuk membenahi permainan mereka. Pasangan itu baru terhenti di babak pertama Indonesia Open 2026, dan hasil tersebut belum memenuhi target tim.

Karena itu, Australia Open 2026 tidak dijadikan agenda utama bagi Fajar/Fikri pada periode ini. PBSI mengarahkan fokus mereka ke turnamen yang dinilai lebih penting, termasuk Kejuaraan Dunia dan Asian Games.

Langkah tersebut diambil agar persiapan menuju agenda berikutnya bisa berjalan lebih optimal. Dalam pendekatan ini, evaluasi diposisikan sebagai bagian dari proses pembinaan, bukan sekadar reaksi atas satu hasil pertandingan.

Raymond/Joaquin diberi waktu pulih lebih dulu

Berbeda dengan Fajar/Fikri, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dicoret karena kebutuhan pemulihan. Pasangan ini sebelumnya mencapai final Indonesia Open 2026, sehingga jeda istirahat mereka dinilai terlalu singkat jika langsung kembali bermain di Australia Open.

Kondisi Raymond juga menjadi perhatian khusus karena ia baru pulih dari cedera lutut. Jika dipaksakan tampil dalam jadwal yang rapat, risiko cedera itu kambuh dinilai terlalu besar.

Anton menjelaskan bahwa masa recovery yang pendek menjadi alasan kuat untuk menahan mereka terlebih dahulu. PBSI memilih mengamankan kondisi pemain ketimbang memaksakan tampil di turnamen berikutnya.

Keputusan diambil setelah diskusi tim pendukung

Anton menyebut langkah mencoret dua pasangan itu lahir setelah pembahasan dengan tim pendukung. Dari sana, PBSI menilai persiapan menuju agenda selanjutnya akan lebih baik jika dua pasangan tersebut tidak dipaksakan tampil.

Sikap ini juga menegaskan bahwa Australia Open tidak masuk dalam program turnamen utama PBSI pada periode saat ini. Sebaliknya, Indonesia Open tetap dipandang sebagai ajang penting yang menjadi acuan dalam penyusunan program.

Dengan pertimbangan itu, energi tim diarahkan ke target yang dianggap lebih relevan. Pada Fajar/Fikri, perhatian tertuju pada stabilitas permainan dan perbaikan hasil, sementara Raymond/Joaquin mendapat kesempatan memulihkan tubuh secara penuh.

Keputusan ini memperlihatkan pendekatan yang lebih terukur di sektor ganda putra. PBSI memilih menjaga kesiapan jangka panjang dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pasangan, bukan mengejar semua turnamen dalam kalender padat.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru