Di antara dua skutik premium ini, Honda PCX160 langsung unggul di atas kertas berkat tenaga 15,8 hp dan torsi 14,7 Nm. Selisih itu membuatnya terasa lebih kuat dan lebih responsif, terutama saat dipakai untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Suzuki Burgman 150 memang tidak kalah menarik, tetapi arah karakternya berbeda. Model ini lebih menonjol sebagai maxi scooter yang mengutamakan rasa santai, bodi besar, dan kenyamanan berkendara, bukan kelincahan yang agresif.
Dua karakter premium yang sama-sama kuat
Suzuki Burgman 150 2026 dan Honda PCX160 2027 sama-sama menyasar pengendara yang ingin motor nyaman dipakai setiap hari. Keduanya juga masih masuk akal untuk touring ringan, sehingga duel ini tidak hanya soal spesifikasi mesin, tetapi juga soal kebutuhan pemakaian.
Burgman datang dengan pendekatan yang lebih lapang dan berorientasi kenyamanan. Sebaliknya, PCX160 tampil lebih halus, matang, dan terasa lebih presisi saat diajak bermanuver.
Mesin menjadi pembeda paling jelas
Burgman 150 memakai mesin SEP satu silinder 149 cc dengan injeksi dan pendingin cairan. Tenaganya berada di 14,2 hp pada 8.500 rpm dengan torsi 14,2 Nm pada 6.500 rpm.
Honda PCX160 menggunakan mesin eSP+ satu silinder 157 cc SOHC 4-klep dengan pendingin cairan. Tenaga yang dihasilkan mencapai 15,8 hp pada 8.500 rpm dan torsinya 14,7 Nm pada 6.500 rpm.
Angka tersebut menempatkan PCX160 sebagai pilihan yang lebih bertenaga. Karakternya juga disebut lebih linear dan refined, sehingga cocok untuk pengendaraan harian yang butuh respons halus.
Kenyamanan atau kelincahan
Burgman 150 lebih menekankan kenyamanan berkendara santai. Posisi duduknya dibuat rileks, dek kakinya luas, dan joknya lebar, sehingga cocok untuk pengendara yang ingin merasa lega di atas motor.
Bobot Burgman mencapai 145 kg, sehingga manuvernya tidak secepat PCX160. Suspensinya juga diarahkan ke rasa comfort, bukan nuansa sporty.
PCX160 justru bermain di sisi sebaliknya. Bobotnya hanya 126 kg, sehingga motor ini terasa lebih mudah diajak bergerak di jalan perkotaan yang padat.
Perbedaan bobot itu membuat PCX160 lebih lincah saat bermanuver. Untuk penggunaan harian yang sering menghadapi lalu lintas rapat, karakter ini menjadi nilai tambah yang cukup besar.
Fitur modern tetap sama-sama lengkap
Suzuki membekali Burgman 150 dengan TFT display, keyless, USB-C charger, full LED lighting, TCS, dan ABS dual-channel. Paket ini membuatnya tampil kompetitif di kelas skutik premium.
Honda PCX160 juga hadir dengan HSTC, ABS, smart key, USB charger, layar TFT color baru, dan Idling Stop System. Kombinasi itu mendukung efisiensi sekaligus memberi rasa aman dalam penggunaan harian.
Keduanya sama-sama memakai pencahayaan full LED depan-belakang. Selain memberi kesan premium, lampu ini juga membantu visibilitas saat berkendara malam hari.
Dimensi ikut membentuk rasa berkendara
Burgman memakai velg alloy 14 inci, tinggi jok 760 mm, dan tangki bahan bakar 8 liter. Dengan bodi yang besar, skutik ini menegaskan identitasnya sebagai maxi scooter yang lebih lapang.
PCX160 menggunakan velg alloy depan 14 inci dan belakang 13 inci, tinggi jok 764 mm, serta tangki 8,1 liter. Selisihnya memang tipis, tetapi karakter keseluruhannya terasa lebih ringan dan mudah dikendalikan.
| Aspek | Suzuki Burgman 150 2026 | Honda PCX160 2027 |
|---|---|---|
| Mesin | 1 silinder 149cc SEP pendingin cairan | 1 silinder 157cc eSP+ SOHC 4-klep pendingin cairan |
| Tenaga | 14,2 hp @ 8.500 rpm | 15,8 hp @ 8.500 rpm |
| Torsi | 14,2 Nm @ 6.500 rpm | 14,7 Nm @ 6.500 rpm |
| Bobot | 145 kg | 126 kg |
| Tinggi jok | 760 mm | 764 mm |
| Tangki | 8 liter | 8,1 liter |
| Fitur utama | TFT display, Bluetooth, USB-C, Smartkey, TCS, ABS dual-channel | TFT color, Smart Key, USB charger, HSTC, ISS, ABS |
Pada akhirnya, Burgman 150 lebih pas untuk rider yang memprioritaskan kenyamanan santai dan rasa lapang. PCX160 lebih cocok bagi pencari skutik premium yang menginginkan performa lebih matang, handling lebih lincah, dan karakter berkendara yang lebih refined.
Source: ridertua.com