PeekDesktop menawarkan cara baru bagi pengguna Windows untuk menampilkan desktop tanpa harus repot meminimalkan banyak jendela satu per satu. Aplikasi ini memungkinkan pengguna cukup mengklik wallpaper untuk menyembunyikan jendela yang sedang terbuka, lalu mengklik lagi untuk memulihkannya seperti semula.
Fungsi seperti ini langsung mengingatkan pada kebiasaan yang selama ini lebih akrab di ekosistem macOS. Namun di Windows, fitur tersebut tidak muncul sebagai bagian bawaan sistem.
Aplikasi mandiri dari engineer Microsoft
PeekDesktop dikembangkan oleh Scott Hanselman, yang disebut sebagai VP dan Member of Technical Staff di Microsoft. Kehadirannya menarik perhatian karena hadir sebagai aplikasi terpisah, bukan sebagai pembaruan resmi untuk Windows 10 atau Windows 11.
Informasi soal aplikasi ini disorot oleh Windows Latest, sementara detail fungsi serta distribusinya merujuk pada halaman GitHub PeekDesktop. Dengan begitu, pengguna yang penasaran bisa melihat langsung bagaimana aplikasi ini bekerja tanpa menunggu perubahan di sistem operasi utama.
Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa ide yang terasa khas milik macOS juga bisa diterjemahkan ke Windows. Bagi sebagian pengguna, cara sederhana untuk membuka desktop justru lebih berguna ketika layar sedang dipenuhi banyak jendela kerja.
Empat mode yang disediakan
PeekDesktop tidak hanya mengandalkan satu metode untuk menampilkan desktop. Berdasarkan keterangan aplikasinya, ada empat mode yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan preferensi pengguna.
-
Native Show Desktop (Explorer)
Mode ini disebut sebagai opsi bawaan dan direkomendasikan. Cara kerjanya memanfaatkan fitur Show Desktop milik Explorer. -
Classic Minimize
Mode ini meminimalkan dan memulihkan jendela yang dilacak. Pendekatan tersebut terasa akrab bagi pengguna Windows yang terbiasa dengan perilaku klasik. -
Fly Away (Experimental)
Opsi eksperimental ini menampilkan animasi jendela seolah terbang keluar layar sebelum kembali lagi. Efek visual menjadi perhatian utama dalam mode ini. - Virtual Desktop (Experimental)
Mode ini sementara berpindah ke desktop kosong untuk menghasilkan efek reveal. Seperti mode sebelumnya, fitur ini juga masih berstatus eksperimental.
Empat pilihan tersebut membuat PeekDesktop tidak sekadar meniru satu fungsi dari sistem lain. Aplikasi ini memberi ruang bagi pengguna untuk memilih apakah ingin pendekatan yang paling stabil atau yang lebih menonjolkan animasi.
Mirip fitur yang sudah dikenal di macOS
Pada macOS Sonoma, ada fitur “click wallpaper to reveal desktop” yang bekerja dengan cara serupa. Saat wallpaper diklik, semua jendela bisa disembunyikan dari pandangan, lalu klik berikutnya mengembalikannya lagi ke posisi semula.
Bagi pengguna yang sering bekerja dengan banyak aplikasi sekaligus, cara ini terasa praktis. Akses ke ikon, file, atau area desktop jadi lebih cepat karena tidak perlu mencari sela kecil di antara jendela atau menutup aplikasi satu per satu.
Di sisi Windows, kehadiran PeekDesktop juga memperlihatkan bahwa kebutuhan seperti ini belum menjadi fitur inti sistem. Karena itu, kehadiran aplikasi mandiri seperti ini bisa menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin merasakan alur kerja yang lebih ringkas.
Cara mendapatkan PeekDesktop
PeekDesktop tersedia melalui halaman GitHub resmi, dan versi terbarunya bisa ditemukan di bagian “Releases” pada sisi kanan halaman proyek. Distribusi lewat GitHub menegaskan bahwa aplikasi ini dikelola seperti proyek mandiri, bukan komponen bawaan Windows.
Model distribusi seperti ini membuat proses akses dan pembaruan mengikuti rilis di GitHub. Pengguna yang ingin mencoba cukup mengikuti kanal proyek tersebut untuk melihat pembaruan yang tersedia.
Dengan hadirnya PeekDesktop, pengguna Windows mendapat pilihan baru untuk beralih antara jendela kerja dan desktop dengan cara yang lebih cepat. Aplikasi ini juga memperlihatkan bagaimana inspirasi dari macOS dapat dihadirkan ke Windows dalam bentuk ringan, fleksibel, dan bisa dicoba langsung lewat mode yang berbeda.
