Pembaruan One UI 8.5 Tiba Di Galaxy Flagship, Tetapi Jadwal Samsung Masih Melambat

Samsung akhirnya menyalurkan One UI 8.5 stabil ke sejumlah flagship Galaxy, tetapi peluncurannya belum benar-benar sesuai ekspektasi. Pembaruan ini baru terlihat di Korea Selatan, sementara perluasan ke perangkat dan wilayah lain masih menunggu giliran.

Untuk tahap awal, build BZDP diberikan ke pengguna Galaxy S25, termasuk S25 FE, serta pemilik Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 yang sudah mengikuti program beta One UI 8.5. Karena yang menerima adalah peserta beta, ukuran pembaruan over-the-air ini tergolong kecil, sekitar 580 MB hingga 600 MB.

Fitur yang paling menonjol

One UI 8.5 tidak hanya menyentuh tampilan antarmuka, tetapi juga membawa perubahan yang terasa langsung dalam penggunaan harian. Salah satu yang paling penting adalah kompatibilitas AirDrop untuk Quick Share, yang membuat pertukaran file jadi lebih luas.

Selain itu, Samsung menyertakan fitur berbasis AI yang sebelumnya muncul di Galaxy S26. Di dalamnya ada penyaringan panggilan otomatis, pembuatan gambar lewat Photo Assist, dan Bixby versi baru yang disebut lebih pintar.

Bagi pengguna Galaxy S25 dan lini lipat terbaru Samsung, tambahan ini membuat pembaruan terasa lebih bernilai. One UI 8.5 jadi bukan sekadar penyegaran visual, melainkan juga peningkatan pada panggilan, asisten digital, dan pengolahan gambar.

Fondasi Android yang lebih baru

Dari sisi teknis, One UI 8.5 juga punya posisi penting karena dibangun di atas Android 16 QPR2. Ini membuat Samsung termasuk salah satu vendor Android yang bergerak ke pembaruan platform berikutnya, bukan berhenti di rilis awal Android besar.

Langkah tersebut cukup menonjol karena banyak pabrikan lain biasanya hanya mengambil rilis awal Android dan melewatkan pembaruan Quarterly Platform Release setelahnya. Dalam kasus Android 16, perubahan di level QPR justru semakin relevan karena membawa fitur dan penyesuaian yang lebih besar.

Google sendiri baru menghadirkan Material 3 Expressive dan Live activities untuk notifikasi di ponsel Pixel melalui Android 16 QPR1. Dengan basis sistem yang lebih mutakhir, Samsung memiliki ruang lebih besar untuk membawa fitur yang sejalan dengan perkembangan Android terbaru.

Masih tertinggal dari jadwal yang diharapkan

Meski akhirnya hadir, One UI 8.5 tetap dinilai datang lebih lambat dari yang diperkirakan banyak pengguna. Samsung sebelumnya bergerak cepat saat merilis One UI 8 tak lama setelah Android 16 meluncur, tetapi ritme pembaruan berikutnya tidak berlangsung secepat itu.

One UI 8.5 pertama kali debut di Galaxy S26 pada awal Maret 2026. Setelah itu, perluasan ke flagship lain baru mulai terlihat sekarang, beberapa bulan setelah banyak pihak mengira distribusinya akan berjalan lebih cepat.

Situasi ini menjadi menarik karena Samsung sempat menyebut perubahan besar dalam cara pengembangan perangkat lunak. Pada Juli 2025, Sally Hyesoon Jeong, Executive VP and Head of Framework R&D Samsung, mengatakan perusahaan beralih ke model pengembangan Trunk Stable seperti Google.

Secara teori, pendekatan itu memungkinkan pembaruan sistem operasi hadir lebih cepat dan lebih sering. Namun, kenyataan pada distribusi One UI 8.5 menunjukkan bahwa percepatan jadwal update masih belum sepenuhnya konsisten.

Distribusi awal masih terbatas

Untuk saat ini, penyebaran awal masih terpusat di Korea Selatan. Jika tidak ada kendala, build yang sama diperkirakan akan masuk ke publik dalam beberapa hari ke depan.

Samsung juga dikenal biasanya memperluas distribusi ke negara-negara Eropa dalam hitungan beberapa hari setelah peluncuran awal. Itu membuat langkah berikutnya menjadi sorotan, terutama bagi pengguna flagship Galaxy di luar pasar awal yang menunggu pembaruan ini.

Source: www.androidpolice.com

Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terkait