Pembunuhan Jean Hanlon Kembali Diadili, Keluarga Ungkap Jejak yang Lama Tersimpan

Pengadilan atas kematian Jean Hanlon kembali mengguncang perhatian setelah keluarga korban menegaskan bahwa kematiannya tidak wajar. Kasus yang semula diklasifikasikan sebagai kecelakaan itu kini dibuka lagi, dengan sidang di Neapoli yang diperkirakan berlangsung hingga empat hari.

Di ruang sidang, keluarga Jean memaparkan sejumlah alasan yang membuat mereka menolak kesimpulan awal bahwa perempuan asal Skotlandia itu tenggelam. Salah satu titik penting yang kembali disorot ialah catatan harian Jean yang disebut memuat nama pria yang kini menjadi terdakwa.

Kasus yang berawal dari temuan jasad di Kreta

Jean Hanlon, 53, ditemukan di perairan lepas Heraklion, Crete, pada 13 Maret 2009. Ia baru dinyatakan hilang empat hari sebelumnya, setelah tinggal di Kato Gouves selama beberapa tahun.

Perempuan asal Dumfries itu juga diketahui bekerja di beberapa bar dan taverna setempat. Namun, hasil pemeriksaan awal kala itu menyimpulkan ia meninggal karena tenggelam, kesimpulan yang terus ditolak keluarganya.

Kesaksian keluarga dan hubungan yang berakhir

Tiga putra Jean memberikan kesaksian pada awal persidangan, Selasa. Robert, salah satu putranya, mengatakan ibunya pernah “dibully” oleh pria yang kini diadili setelah hubungan mereka berakhir.

Pengadilan juga mendengar bahwa Jean dan terdakwa pernah menjalin hubungan. Meski begitu, hubungan itu disebut berakhir secara “sopan” menurut keterangan yang muncul di persidangan.

Para putra Jean menambahkan bahwa ibunya menyimpan buku harian, dan di dalamnya nama terdakwa tercatat. Bagi keluarga, catatan itu menjadi bagian penting dari alasan mereka mendesak penyelidikan dibuka ulang.

Temuan medis yang tak sejalan dengan kesimpulan awal

Seorang ahli patologi forensik yang ikut meninjau kasus pada 2019 turut memberikan keterangan. Meski tidak memeriksa Jean secara langsung, ia menyebut penyebab kematian kemungkinan berkaitan dengan robekan tidak sempurna pada batang otak.

Menurut ahli itu, cedera fatal tersebut kemungkinan timbul akibat pukulan keras di bagian belakang leher menggunakan benda tumpul. Ia juga menilai cedera yang ditemukan tidak sesuai dengan kemungkinan jatuh.

Pemeriksaan ulang pada 2019 sebelumnya telah menunjukkan adanya cedera yang konsisten dengan pergulatan. Temuan itu berbeda dengan hasil post-mortem awal yang menyatakan Jean tenggelam.

Penyelidikan panjang yang terus berputar

Kasus ini sempat kembali mencuat lewat seruan baru di versi Yunani dari Crimewatch pada 2020, tetapi tidak menghasilkan informasi baru. Pada 2021, petugas khusus dalam unit penyelidik kejahatan terorganisir juga turun tangan, namun tetap belum menemukan titik terang.

Meski begitu, para penyelidik pada 2021 menyimpulkan kasus tersebut merupakan “foul play”. Penyelidikan resmi kemudian dibuka kembali pada Juni 2024 setelah seorang penyelidik swasta yang disewa putra Jean menyerahkan laporan setebal 24 halaman kepada otoritas Yunani.

Pria Yunani yang diadili tidak dapat disebutkan namanya berdasarkan hukum setempat, yang memberikan anonimitas kepada terdakwa sampai vonis dikonfirmasi. Ia sebelumnya diperiksa pada Januari tahun lalu dan didakwa pada November.

Berita Terkait