Pemburu Lebah Berwarna Mencolok Ini Menyimpan Strategi Aman Saat Menangkap Mangsa Di Udara

Rainbow bee-eater atau Merops ornatus dikenal sebagai pemburu udara yang sangat terampil. Burung kecil ini tidak hanya mencolok saat melintas, tetapi juga punya cara makan yang membuatnya berbeda dari banyak burung lain di Australia.

Mangsanya terutama lebah madu Eropa atau Apis mellifera, yang mencapai 94 persen dari total konsumsi makanannya. Selain itu, burung ini juga memakan capung, kumbang, kupu-kupu, dan ngengat.

Cara berburu rainbow bee-eater terlihat cepat dan terukur. Ia biasanya bertengger di ranting pohon atau kabel listrik, lalu meluncur untuk menangkap serangga yang lewat di udara.

Strategi aman saat menghadapi mangsa bersengat

Setelah berhasil menangkap lebah atau tawon, burung ini tidak langsung menelannya. Rainbow bee-eater lebih dulu memukulkan mangsa ke permukaan keras dan menggosokkan bagian ekornya ke ranting untuk membuang sengat serta racunnya.

Kebiasaan itu membuat proses makannya jauh lebih aman. Karena itu, rainbow bee-eater kerap dipandang sebagai pemburu serangga yang cerdik dan sangat efisien.

Warna tubuh yang mudah dikenali

Daya tarik rainbow bee-eater tidak berhenti pada kebiasaannya berburu. Tubuhnya juga tampil dengan kombinasi warna yang sangat khas, dengan dominasi hijau di sebagian besar tubuhnya.

Bagian dekat ekor berwarna biru muda, sementara kepala bagian atas tampak kuning keemasan. Garis hitam tebal di sekitar mata memberi kontras kuat pada wajahnya, dan bagian bawah sayap yang jingga terang membuatnya mudah dikenali saat terbang.

Ukuran tubuhnya pun kecil, dengan panjang sekitar 23 hingga 28 cm termasuk bulu ekor. Bobotnya berada di kisaran 20 sampai 33 gram, sehingga warna cerahnya terasa semakin menonjol.

Ciri yang membedakan jantan, betina, dan anakan

Pada rainbow bee-eater, jantan dan betina dapat dibedakan dari bulu ekor tengah yang lebih panjang pada jantan. Sementara itu, anak burung biasanya memiliki warna yang lebih kusam dibandingkan burung dewasa.

Ciri fisik ini membuat burung tersebut menarik bukan hanya dari kejauhan, tetapi juga saat diamati lebih dekat. Penampilan yang mencolok itu berpadu dengan kebiasaan berburu yang agresif dan presisi.

Satu-satunya anggota keluarga Meropidae di Australia

Rainbow bee-eater menjadi satu-satunya anggota keluarga Meropidae yang hidup di Australia. Meski kelompok burung pemakan lebah lebih banyak tersebar di Eropa, Afrika, dan Asia, spesies ini justru menempati posisi unik di benua tersebut.

Secara taksonomi, rainbow bee-eater bersifat monotypic dan tidak memiliki subspesies resmi yang diakui. Analisis genetik menunjukkan kedekatannya dengan European bee-eater, tetapi bentuk fisiknya justru lebih mirip olive bee-eater dari Afrika.

Bersarang di bawah tanah dan berpindah mengikuti musim

Di luar kebiasaan berburu, rainbow bee-eater juga punya cara berkembang biak yang tidak biasa. Jantan dan betina menggali lubang sarang bersama di tanah datar, tebing berpasir, atau tepi jalan, dengan panjang sekitar 90 cm.

Di dalam lubang itu, betina meletakkan 2 sampai 8 butir telur langsung di atas tanah tanpa alas tambahan. Masa pengeraman berlangsung selama 25 hari, lalu anak burung mulai belajar terbang saat berumur sekitar 28 hari.

Pola sarang di bawah tanah membantu melindungi telur dan anak burung dari cuaca buruk. Namun, lokasi seperti itu juga tetap rawan terkena banjir.

Rainbow bee-eater juga dikenal sebagai burung migran. Kelompok yang berkembang biak di Australia bagian selatan akan bergerak ke utara saat musim dingin, menuju Papua Nugini dan Queensland utara.

Sebagian kelompok bahkan melanjutkan perjalanan ke Indonesia bagian timur, Sulawesi, dan Kepulauan Solomon. Mereka berpindah dalam kelompok besar, mampu melewati kawasan pegunungan tinggi, dan umumnya kembali ke habitat asal di Australia pada bulan September hingga Oktober.

Source: www.idntimes.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer