Di Kabupaten Cianjur, pengawasan hewan kurban dibuat berlapis agar ternak yang masuk ke pasar Idul Adha tetap sehat sampai ke tangan pembeli. Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan setempat menegaskan sejauh ini ada 4.303 ekor ternak di peternakan dan kelompok peternak yang dinyatakan aman dari penyakit.
Pemeriksaan tidak hanya berhenti pada hewan yang masih berada di kandang. Petugas juga memantau pedagang, bandar hewan kurban, hingga daging dan jeroan setelah penyembelihan untuk memastikan seluruh bagian yang beredar layak konsumsi.
Pengawasan dimulai dari peternakan
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKHP Cianjur, Ade Dadang Kusmayadi, menyebut vaksinasi penyakit mulut dan kuku terus digencarkan. Langkah ini diarahkan untuk mencegah hewan kurban terpapar PMK maupun penyakit hewan lainnya.
Sasaran pemeriksaan mencakup peternakan, kelompok peternak, dan bandar hewan kurban di sejumlah wilayah Cianjur. Dengan pola itu, petugas bisa memastikan ternak yang dipelihara tetap dalam kondisi sehat sebelum masuk ke jalur perdagangan.
Stok dari luar daerah ikut diawasi
DPKHP juga memberi perhatian pada hewan kurban tambahan yang baru masuk ke Cianjur. Sebagian besar hewan disebut berada dalam kondisi sehat, meski ada yang tampak letih setelah menempuh perjalanan dari luar daerah.
Karena itu, hewan yang baru datang diminta menjalani karantina terpisah. Pengawasan terutama diarahkan pada ternak yang didatangkan dari luar daerah seperti Lampung dan Nusa Tenggara Barat.
Jika peternakan atau kelompok peternak menambah stok dari luar daerah, petugas menyarankan karantina dilakukan setelah hewan diperiksa dan divaksin terlebih dahulu. Peternak juga diminta melapor kepada petugas agar pengawasan bisa dilakukan lebih cepat.
Pemeriksaan berlanjut sampai hasil sembelihan
Pengawasan di Cianjur tidak berhenti saat hewan dinyatakan sehat. Pemeriksaan juga diteruskan sampai tahap penyembelihan, termasuk pada daging dan jeroan, untuk memastikan semuanya aman dikonsumsi.
Pola ini membuat kontrol kesehatan tidak hanya terfokus pada hewan hidup. Hasil penyembelihan ikut diperiksa agar keamanan konsumsi tetap terjaga sampai ke pembeli.
Langkah antisipasi tetap diperkuat
Pemeriksaan intensif sudah dimulai sejak awal April dan melibatkan petugas Pusat Kesehatan Hewan dari wilayah utara hingga selatan Cianjur. Pemeriksaan rutin terhadap hewan milik perusahaan maupun kelompok peternak juga digencarkan sejak satu pekan terakhir hingga akhir bulan Mei.
Hingga saat ini, DPKHP belum menemukan hewan ternak yang terpapar penyakit. Meski begitu, kewaspadaan tetap dijaga agar kasus wabah PMK yang sempat terjadi pada 2022 tidak kembali muncul di Cianjur.
Dengan pergerakan ternak yang meningkat menjelang Idul Adha, pengawasan dari kandang, jalur distribusi, sampai proses penyembelihan menjadi fokus utama. Pemerintah daerah berharap langkah berlapis ini bisa menjaga hewan kurban tetap sehat dan aman dikonsumsi.
Source: jabar.antaranews.com






