Penalti VAR di Menit 120+2 Bawa Konyaspor Singkirkan Fenerbahce, Mimpi Trofi Pupus

Drama besar tersaji di markas Konyaspor saat Fenerbahce tersingkir dari Ziraat Türkiye Kupası melalui kekalahan tipis 0-1. Harapan tim tamu untuk melaju ke babak berikutnya runtuh pada menit ke-120+2, ketika Jevtovic menuntaskan penalti yang menjadi pembeda di laga perempat final itu.

Momen penentu tersebut lahir setelah wasit Ozan Ergun meninjau sebuah insiden di kotak penalti melalui VAR. Kramer terlihat terjatuh usai diduga ditarik Semedo, lalu keputusan penalti diberikan dan langsung mengubah arah pertandingan yang sejak awal berjalan sangat ketat.

Laga berjalan buntu hingga waktu nyaris habis

Pertandingan ini tidak mudah dibuka oleh kedua tim. Konyaspor dan Fenerbahce sama-sama kesulitan menembus pertahanan lawan, sehingga babak demi babak berlangsung dengan ketegangan yang tinggi dan sedikit ruang untuk mencetak gol.

Fenerbahce sempat menaikkan intensitas permainan pada babak kedua dan extra time. Namun, tekanan yang mereka bangun tidak cukup menghasilkan gol balasan, sementara Konyaspor tetap bertahan rapat hingga peluang terakhir itu datang.

VAR menjadi titik balik yang menentukan

Keputusan yang diambil setelah tinjauan VAR menjadi sorotan utama laga ini. Saat Kramer jatuh di area terlarang, wasit kemudian menunjuk titik putih, dan peluang emas itu langsung disambut oleh Konyaspor sebagai kesempatan terbaik untuk menyelesaikan pertandingan.

Jevtovic mengambil tugas sebagai algojo dan menaklukkan Ederson. Gol tersebut bukan hanya memecah kebuntuan, tetapi juga sekaligus mengakhiri langkah Fenerbahce di turnamen ini, yang selama pertandingan sudah berusaha keras menjaga asa tetap hidup.

Tekanan Fenerbahce tidak berbuah hasil

Sepanjang pertandingan, Fenerbahce terus mencoba mendorong permainan ke depan. Meski begitu, efektivitas di momen penting tidak muncul, sehingga beberapa peluang yang mereka bangun tidak berubah menjadi ancaman yang benar-benar menyamakan kedudukan.

Kekalahan ini terasa semakin berat karena gol penentu hadir saat laga hampir mencapai garis akhir. Fenerbahce sudah melewati fase krusial dengan tekanan yang konsisten, tetapi detail kecil di area pertahanan justru menjadi pembeda yang merugikan mereka.

Kekecewaan kubu tamu terlihat jelas

Setelah peluit akhir berbunyi, emosi para pemain Fenerbahce langsung terlihat. Ismail Yuksek melontarkan komentar singkat, “Tek kelimeyle rezillik!”, seperti dilansir Hurriyet, yang mencerminkan besarnya rasa frustrasi dari kubu tamu.

Ketegangan juga belum langsung mereda di lapangan. Milan Skriniar dan Matteo Guendouzi sempat terlibat adu mulut, sebelum Fred membawa Guendouzi menjauh menuju terowongan pemain, sebagaimana dilaporkan GZT. Suasana panas itu menunjukkan betapa beratnya hasil yang diterima Fenerbahce.

Beban tambahan bagi Domenico Tedesco

Hasil di kandang Konyaspor juga menambah tekanan bagi tim asuhan Domenico Tedesco. Sebelumnya, Fenerbahce sudah merasakan kerugian akibat kebobolan pada masa injury time di liga domestik, sehingga kegagalan di piala ini makin menyoroti masalah yang sedang mereka hadapi.

Di turnamen ini, Fenerbahce sebenarnya memiliki catatan produktif. Anderson Talisca tercatat sebagai pencetak gol terbanyak tim dengan koleksi tiga gol menurut data Hurriyet, tetapi kontribusi itu tidak cukup untuk menutupi rapuhnya detail permainan di momen paling menentukan.

Bagi Konyaspor, kemenangan ini membuka jalan ke semifinal dan menjaga peluang meraih trofi tetap menyala. Bagi Fenerbahce, satu target penting musim ini harus berakhir lewat penalti dramatis di menit ke-120+2, tepat saat harapan mereka tinggal menghitung detik.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer