Korban tewas akibat gempa bumi di selatan Filipina telah mencapai 61 orang, sementara tim pencarian dan penyelamatan masih bekerja di sejumlah wilayah terdampak di Mindanao. Otoritas setempat menyebut angka itu terus bertambah setelah jenazah tambahan ditemukan di area yang mengalami kerusakan paling parah.
Di lapangan, petugas darurat masih menyisir lokasi tanah longsor dan bangunan runtuh yang sulit dijangkau. Gempa susulan, bangunan yang tidak stabil, serta jalan rusak membuat proses evakuasi dan pencarian korban berjalan lambat.
Ratusan Ribu Warga Terdampak
Pusat Pemantauan dan Informasi Operasi Tanggap Bencana atau DROMIC menyebut gempa magnitudo 7,8 itu memengaruhi 553.068 orang di wilayah Mindanao. Dari jumlah tersebut, 9.393 orang berada di pusat evakuasi, sedangkan 54.274 orang memilih sementara tinggal bersama kerabat dan teman di luar fasilitas resmi.
Data dampak bencana juga menunjukkan kebutuhan bantuan masih sangat besar. Sebanyak 8.865 rumah dilaporkan hancur dan 36.691 rumah mengalami kerusakan sebagian, sehingga banyak keluarga kehilangan tempat tinggal maupun akses dasar ke layanan penting.
Korban Hilang dan Luka Masih Bertambah
Menurut laporan GMA News, masih ada 33 orang yang dinyatakan hilang dan 1.221 orang terluka. Angka ini menandakan situasi darurat belum stabil karena pencarian terus dilakukan di titik-titik yang paling parah terdampak.
Pihak berwenang juga menilai kondisi di lapangan masih menyulitkan akses bantuan. Sejumlah komunitas belum dapat dijangkau sepenuhnya karena infrastruktur rusak dan ancaman reruntuhan masih tinggi.
Kerusakan Meluas ke Fasilitas Publik
Gempa besar itu memicu kepanikan luas dan merusak rumah, sekolah, rumah sakit, serta infrastruktur publik. General Santos dan sebagian Provinsi Sarangani termasuk kawasan yang disebut paling parah terdampak.
Untuk mempercepat penanganan, otoritas setempat menyatakan keadaan darurat. Langkah itu diambil agar distribusi bantuan dan proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat di tengah operasi gabungan pencarian, penyelamatan, dan evakuasi yang masih berlangsung.
Source: www.viva.co.id






