Pendapatan kripto Robinhood memang sedang tertekan, tetapi perusahaan ini masih punya beberapa mesin bisnis lain yang menjaga kinerjanya tidak jatuh lebih dalam. Gambaran itu terlihat dari laporan kuartal pertama, ketika pendapatan naik menjadi $1,07 miliar atau tumbuh 15% dari setahun lalu, meski sahamnya justru turun 14% setelah laporan dirilis.
Reaksi pasar tersebut menunjukkan investor lebih fokus pada perlambatan pertumbuhan daripada kenaikan pendapatan secara keseluruhan. Tekanan terbesar datang dari lini kripto, saat pasar aset digital global juga melemah tajam dari puncak kapitalisasi $4,38 triliun pada Oktober menjadi $2,63 triliun.
Kripto menjadi titik paling lemah
Di dalam laporan Robinhood, penurunan kripto memang paling mudah terlihat. Pendapatan kripto anjlok 47% menjadi $134 juta, dan penurunan ini langsung membebani sentimen pasar terhadap saham perusahaan.
Namun, kripto bukan satu-satunya sumber pendapatan Robinhood. Perusahaan juga bergantung pada transaksi, bunga, dan langganan, sehingga pelemahan di satu lini tidak otomatis mencerminkan kondisi seluruh bisnis.
Lini lain masih bergerak naik
Sejumlah segmen justru masih mencatat pertumbuhan. Pendapatan ekuitas naik 46% menjadi $82 juta, sementara pendapatan opsi bertambah 8% menjadi $260 juta.
Bisnis prediction markets juga tampil menonjol. Pendapatan event contract melonjak 320% menjadi $147 juta, menandakan minat pengguna di luar kripto masih cukup kuat.
Di sisi lain, pendapatan net interest naik 24% menjadi $359 juta. Kenaikan ini didukung pertumbuhan aset yang menghasilkan bunga dan membantu menjaga hasil keseluruhan perusahaan tetap positif.
Robinhood Gold juga terus memperbesar kontribusinya. Pendapatan langganan Gold naik 32% menjadi $50 juta, seiring jumlah anggota premium yang bertambah menjadi 4,3 juta.
Pandangan manajemen masih optimistis pada kripto
Meski pasar sedang menekan sahamnya, manajemen Robinhood tetap mempertahankan sikap positif terhadap kripto. CFO Shiv Verma menegaskan perusahaan tetap “crypto bullish” dan menyebut kripto hanya menyumbang kurang dari 20% pendapatan tahun lalu, atau sekitar 18%.
Verma juga menekankan bahwa basis pendapatan Robinhood kini lebih terdiversifikasi. Ia menyebut trader aktif masih bertahan di platform dan perusahaan terus merebut pangsa pasar, sehingga Robinhood tetap berinvestasi di area tersebut.
Bagi manajemen, masalah utamanya saat ini bukan model bisnis Robinhood, melainkan harga kripto yang sedang lemah. Selama harga aset digital belum pulih, pendapatan dari lini kripto kemungkinan masih akan tertinggal dibandingkan segmen lainnya.
Prospek jangka panjang belum hilang
Di tengah tekanan saat ini, narasi jangka panjang untuk kripto belum sepenuhnya berubah. Bitcoin dikenal melewati siklus bear sekitar setiap empat tahun dan secara historis pernah pulih kuat setelah fase lemah.
Pandangan itu ikut membuat sebagian investor masih melirik Robinhood. Saham perusahaan kini turun 35% sepanjang tahun dan masih lebih dari 50% di bawah rekor tertingginya, sehingga valuasinya tampak lebih menarik bagi sebagian pembeli saham.
Pada saat pasar menghukum saham karena perlambatan pertumbuhan, laporan kuartal ini tetap menunjukkan satu hal penting. Banyak sumber pendapatan non-kripto Robinhood masih berjalan dan membantu menopang bisnis di tengah tekanan pada aset digital.







